BREAKINGNEWS.CO.ID-Berkaitan dengan musibah gempabumi  di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengakibatkan 92 orang meninggal dan ratusan lainnya luka luka, Dewan Pengurus Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) menyatakan keprihatinannya.

KSPSI sebagai bagian dari anak bangsa sangat prihatin, dan berkaitan dengan penanganan bencana tersebut, Presiden DPP KSPSI Andi Gani Nena Wea menginstruksikan sayap organisasi KSPSI yaitu Brigana (Brigade Tanggap Bencana) KSPSI untuk terjun langsung membantu penanganan korban gempa Lombok, NTB.

Brigade Tanggap Bencana (Brigana) KSPSI sudah sangat berpengalaman dalam penanganan bencana, seperti gempa Aceh dan beberapa musibah lain di tanah air. Dalam penanganan korban pasca gempa Lombok, Brigana KSPSI  akan membantu pemerintah dalam mengevakuasi korban, pemberian bantuan makanan, minuman dan pakaian.

Brigana KSPSI akan diberangkatkan ke Lmbok pada Rabu, 8 Agustus, dengan 10 anggota. Brigana KSPSI akan membawa bantuan  untuk Korban gempa dan akan tinggal di NTB selama proses evakuasi korban.

Dalam keterangan tertulisnya Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan, sudah mengeluarkan surat instruksi untuk seluruh Jajaran KSPSI se Indonesia agar mengirimkan bantuan yang dibutuhkan korban gempa NTB.

Di NTB, KSPSI juga memiliki ribuan anggota di PT Newmont dan di instruksikan menggalang bantuan untuk korban gempa.

Respon cepat KSPSI merupakan bentuk solidaritas gerakan buruh untuk bersama sama bahu membahu membantu korban gempa di NTB.

Disebutkan, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea sudah menerima telepon dari beberapa Presiden Buruh di tingkat ASEAN yang juga mempunyai rencana untuk membantu korban musibah gempa NTB.

Perkembangan terbaru terkait gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter pada Minggu (5/8) malam itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan jumlah korban jiwa masih akan bertambah. Pasalnya, belum semua wilayah di Lombok terjangkau petugas SAR gabungan.

Dari keseluruhan korban yang meninggal, terbanyak terdata di Lombok Utara, yakni 72 orang, dan 64 orang terluka. Di Mataram tercatat 4 orang meninggal dunia, 63 orang luka berat, dan 8 orang luka ringan. Korban juga terdata di Lombok Timur dan Lombok Tengah.