BREAKINGNEWS.CO.ID - Sedikitnya Lima Belas orang pasien penyakit ginjal tahap lanjut meninggal dunia di Venezuela, setelah tidak mampu melakukan cuci darah atau dialisis akibat pemadaman listrik yang terjadi di negara tersebut.

Lembaga swadaya masyarakat bidang kesehatan Codevida menyampaikan hal tersebut kepada media, Sabtu (9/3/2019) waktu setempat. "Antara kemarin dan hari ini, ada 15 orang meninggal karena kurang dialisis," kata Francisco Valencia, direktur Codevida.

"Situasi bagi orang dengan gagal ginjal amatlah sulit, kritis, kita membicarakan tentang 95 persen unit dialisis, yang saat ini hampir nyaris 100 persen lumpuh, karena pemadaman listrik," lanjutnya. Dia menyebutkan ada lebih dari 10 ribu orang yang bergantung pada kegiatan cuci darah ini di seluruh penjuru Venezuela.

Masyarakat Venezuela sejak Kamis (7/3) malam lalu sudah merasakan pemadaman listrik terburuk yang pernah melanda negara penghasil minyak tersebut. Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menyebut ada upaya sabotase setelah Venezuela gelap gulita karena listrik tiba-tiba padam.

"Mereka menyabotase generator pusat. Ini adalah bagian dari perang listrik dengan negara. Kami tak akan membiarkannya," demikian pernyataan perusahaan listrik negara, CORPOELEC, melalui akun Twitter resmi mereka. Maduro juga mengatakan kepada para pendukungnya di Caracas bahwa hampir 70 persen aliran listrik di negara itu telah berhasil dipulihkan. Akan tetapi, sambungnya, saat itu serangan siber baru tiba.

"Kami menerima pada tengah hari serangan siber lain yang menyerang generator-generator yang bekerja dengan sempurna dan mengganggu serta merusak apa yang telah kita capai," ujar Maduro, Sabtu (9/3). Di sisi lain, Amerika Serikat berada di balik kepresidenan oposisi interim (sementara) Juan Guaido. Dia diakui sebagai presiden interim Venezuela bagi lebih dari 50 negara di dunia.

Listrik di Venezuela kerap kali padam karena kekurangan investasi pemerintah di bidang infrastruktur. Pemerintah sering menuding ada upaya sabotase, akan tetapi tidak pernah menyebut pihak yang mereka anggap sebagai dalangnya. Tahun 2018 lalu, Maduro meminta angkatan bersenjata menjaga generator di Guri, namun listrik tetap sering padam. Amarah warga dilaporkan cepat tersulut apabila ada pemadaman listrik karena kehidupan sehari-hari mereka sangat berat di tengah krisis ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.