SAMARINDA - Calon wakil gubernur Kalimantan Timur Nusyirwan Ismail yang meninggal pada Selasa (27/2/2018) dinyatakan berhalangan tetap. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim memoersilahkan bagi partai pengusung untuk mengganti almarhum. KPU pun memberikan tenggat waktu selama tujuh hari untuk melakukan pergantian tersebut.

Komisioner KPU Kaltim Riduansyah mengatakan berdasarkan peraturan KPU NOmor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan, pasangan calon yang dinyatakan berhalangan tetap seperti meninggal dunia, diperbolehkan mengganti dan tidak didiskualifikasi. "KPU Kaltim memberikan waktu tujuh hari kepada parpol untuk mencari pengganti. Proses pergantian dilakukan sesuai mekanisme awal pencalonan ditambah surat keterangan meninggal dunia," katanya, Kamis (1/3/2018).

Selain itu ia juga mengatakan jika waktu yang diberikan KPU Kaltim hingga Minggu (5/3/2018). Dalam tenggat waktu tersebut, gabungan Partai golkar dan Partai NasDem dipersilahkan memasukkan nama pengganti calon. "Nama pengganti tersebut harus memenuhi syarat seluruh calon yang ada. Termasuk didalamnya menambahkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dari kelurahan atau kecamatan. Itu penting untuk bisa disampaikan kepada KPU selama batas waktu tersebut," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu calon wakil gubernur Kaltim nomor urut 1 Nusyirwan Ismail meninggal karena kelelahan saat kampanye. Nusyirwan mendaftar ke KPU Kalimantan Timur berpasangan dengan Andi Sofyan Hasdam pada Rabu (10/1/2018). Adapun pasangan ini diusung oleh Partai Golkar dan Partai NasDem.