Jajarta - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar video rekaman pemeriksaan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).

"Video aslinya berdurasi sekitar 1,5 jam. Tapi ini sesuai permintaan hakim, kami edit menjadi berdurasi delapan menit kurang," ujar Kepala Biro Hukum KPK Setiadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 11 Desember 2017.

Menurut Setiadi, video lengkap berdurasi sekitar 1,5 jam sudah diserahkan kepada hakim saat menunjukkan bukti-bukti pada awal persidangan yang menyebut keterlibatan Setya Novanto. Ia optimistis diputarnya rekaman tersebut bisa meyakinkan hakim tunggal Kusno dalam penetapan status Setya Novanto sebagai tersangka.

Ia menyebutkan bahwa proses hukum Setya Novanto masih terus berlangsung. "Proses penyidikan masih berlangsung bahkan sampai pelimpahan. Jarang bagi kami terjadi praperadilan, terjadi juga pelimpahan," kata Setiadi.

Dalam Video tersebut, berisi tanya jawab antara hakim, jaksa KPK dan terdakwa Andi Narogong yang didakwa terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP pada 2011-2012. Di dalam video itu, Andi mengaku terjadi beberapa kali pertemuan di rumah Setya untuk pengadaan proyek tersebut.

Setiadi menyebutkan pemutaran video tersebut atas permintaan hakim Kusno. Ia mengapresiasi keinginan hakim yang mau melihat video tersebut secara langsung. "Itu yang kami maksud di sidang praperadilan pertama. Tapi oleh hakim dibatalkan dan ditolak," kata Setiadi.