BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengambil berbagai keterangan terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 dari Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN, I Made Suprateka dalam proses pemeriksaannya sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham pada Selasa (17/11/2018). Dalam pemeriksaan tersebut, KPK fokus pada sejumlah pertemuan diantara Sofyan Basir dan Eni Maulana Saragih.

“I Made Suprateka dimintai keterangannya terkiat pengetahuannya dalam pertemuan tentang proyek PLTU Riau-1, termasuk yang dihadiri oleh Dirut PLN Sofyan Basir dan tersangka ES (Eni Saragih),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pada Selasa (27/11).

Namun, Febri tak menjelaskan detail kapan pertemuan yang dimaksud terjadi. Dia juga tak menyebut secara rinci apa saja isi pembicaraan dalam pertemuan antara Sofyan dan Eni tersebut. Dalam penyidikan kasus ini, Idrus membantah telah menerima 50 ribu dolar Singapura untuk keperluan umrah dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited .

Pada persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa Kotjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/11), Kotjo menyampaikan uang 5 ribu dolar Singapura untuk keperluan Idrus umrah itu disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih melalui pesan singkat kepada dirinya. KPK pun telah melimpahkan Eni dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan atau tahap dua sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan persidangan untuk Eni.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B Kotjo, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo.

Suap ini diberikan agar Eni dan Idrus memuluskan perusahaan Kotjo untuk turut menggarap proyek PLTU Riau-1. Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Johanes Kotjo saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sementara Eni sedang menunggu jadwal persidangan setelah berkasnya dilimpahkan tim penyidik KPK ke tahap penuntutan. Untuk Idrus Marham saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK.