BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa tahanan tiga tersangka kasus suap dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Para tersangka tersebut yakni, Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP) dan Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET).

“Hari ini, penyidik melakukan perpanjangan penahanan terhadap tiga tersangka kasus suap dana hibah Kemenpora pada KONI untuk 30 hari yang dimulai tanggal 19 Maret 2019 sampai 17 April 2019. Ketiga tersangka tersebut, yakni MUL, AP dan ET,” kata Juru Bicara KPK di Gedung KPK, Senin (12/3/2019).

Lebih lanjut Febri menjelaskan bahwa sampai saat ini penyidik masih terus mencari berbagai informasi dan bukti-bukti dalam proses penyidikan terhadap kasus ini, baik dari saksi maupun dari tersangka sendiri sebelum dilimpahkan ke tahap dua atau persidangan. Oleh sebab itu, penyidik pun memutuskan untuk melakukan memperpanjang masa tahan ketiga tersangka tersebut.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka, yakni Mulyana (MUL) Deputi IV Bidang Peningkatan dan Prestasi Kemenpora, Eko Triyanto (ET) selaku Staf di Kemenpora, Ending Faud Hamidy (EFH) selaku Sekertaris Jendral KONI, Jhonny E Awuuy (JEA) selaku Bendahara Umum KONI dan Adhy Pranomo (AP) selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora.

KPK menduga Adhi Purnomo dan Eko Purnomo beserta lainnya menerima pemberian suap sekurang-kurangnya Rp318 juta dari pejabat KONI dari dana hibah tersebut. Selai itu, KPK juga menduga Mulyana menerima uang dalam ATM dengan saldo sekitar Rp100 juta. Bahkan KPK menyebutkan bahwa Mulyana selaku Deputi IV Kemenpora telah menerima pemberian lain berupa satu unit mobi Toyota Fortuner dan uang sebesar Rp300 juta dari Jhonny Awuy selaku Bendahara Umum KONI.

KPK pun mengungkapkan jika dana hibah yang diberikan oleh Kemenpora untuk KONI berjumlah Rp17,9 miliar yang diberikan dalam beberapa tahap atau transaksi.

Akibat perbuatan yang dilakukan para tersangka di atas, KPK menyangkakan Mulyana (MUL) melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara untuk Adhi Purnomo (AP) dan Eko Triyanto (ET) dkk. disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Adapun pihak yang diduga sebagai pemberi suap dalam kasus ini, yakni Ending Faud Hamidy (EFH) dan Jhonny E, Awuy (JEA) disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tetang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.