BREAKINGNEWS.CO.ID – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menuturkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik terhadap Ketua Fraksi PAN di DPR RI Mulfachri Harahap masih berkaitan dengan proses penganggaran dari sisi fraksi terkiat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016.

Mulfachri Harahap yang ditekahui menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Taufik Kurniawan (TK) yang saat ini telah menekam dalam rutan tahan KPK.

“Terkait pemeriksaan untuk saksi Mulfachri Harahap, KPK mengkonfrimasikan sejauh mana pengetahuan saksi terkait proses penganggaran dari sisi fraksi di DPR RI soal kasus suap DAK fisik pada perubahaan APBN Tahun Anggaran 2016 untuk alokasi APBD-Perubahaan Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016,” kata Febri di Gedung KPK pada Rabu (20/2/2019).

Sebagimana diketahui, KPK telah menetapkan Taufik sebagai tersangka suap terkait perolehan anggaran DAK Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN Perubahan tahun anggaran 2016. Taufik diduga membantu perolehan anggaran itu. Dia diduga menerima Rp3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.

Setelah adanya penyerahan uang, dalam pengesahan APBN PTerubahan tahun anggaran 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar. DAK itu direncanakan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Kebumen.

Proses penyelidikan terhadap Taufik telah dilakukan sejak Agustus 2018. Dia telah diminta keterangan saat proses penyelidikan pada awal September 2018. Taufik pun telah dicegah berpergian keluar negeri untuk enam bulan ke depan.

Selain diperiksa sebagai tersangka suap DAK untuk Kabupaten Kebumen, Taufik Kurniawan juga pada Rabu (7/11/2018) juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka PT. TRADHA untuk kasus yang sama. “Taufik Kurniawan (TK) diperiksa sebagai saksi untuk PT TRADHA,” kata Febri Diansyah saat dikonfrimasi di Jakarta, Rabu (7/11).

PT TRADHA merupakaan perusahaan milik Bupati Kebumen nonaktif Muhammad Faud yang saat ini juga menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini. Perusahaan ini juga diketahui sebagai salah satu yang ikut menggarap berbagai proyek-proyek jalan di Kabupaten Kebumen yang menggunakan dana APBN Perubahan Anggaran 2016.

Taufik merupakan anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen. Dia sudah menjadi anggota DPR selama tiga periode.