BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dituding Korea Utara (Korut) menyebarkan kepalsuan yang tidak masuk akal serta melakukan kampanye kotor. Tudingan tersebut muncul setelah Washington menuduh seorang hacker yang diduga bekerja untuk pemerintah Korut sehubungan dengan serangan siber, termasuk juga serangan 2014 pada Sony Pictures Entertainment.

Pernyataan Korut, yang ditandatangani oleh seorang peneliti di sebuah lembaga Kementerian Luar Negeri, menuturkan tuduhan itu dapat mengakibatkan kerusakan pelaksanaan perjanjian yang dicapai antara Presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong-un di Pulau Sentosa, Singapura pada Juni 2018 lalu.

"AS benar-benar keliru apabila berusaha mendapatkan apapun dari kami melalui kepalsuan serta keburukan yang tidak dapat diterima akal," Han Yong-song di Institut Kajian Amerika Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea yang dikelola negara, seperti dikutip dari The Washington Post, Sabtu (15/9/2018).

Departemen Kehakiman AS pekan lalu mengumumkan tuntutan terhadap Park Jin-hyok, menuduhnya meretas atas nama militer Korut. Ia juga dituduh ikut serta dalam upaya untuk mencuri 14 triliun rupiah dari Bank Bangladesh pada tahun 2016 lalu, serta penyebaran virus Wanna Cry 2.0 yang mempengaruhi lebih dari 230 ribu komputer di 150 negara tahun lalu. Akan tetapi pernyataan Korut mengatakan Park merupakan "nonentity" dan menyebut tuduhan itu sebagai fitnah setan dan kampanye kotor yang lain.

“AS harus dengan cara serius mempertimbangkan konsekuensi negatif dari menyebarkan kebohongan dan menghasut antagonisme terhadap DPRK yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pernyataan bersama yang diadopsi di KTT DPRK-AS,” bunyi pernyataan itu, menggunakan inisial nama resmi negara itu, Republik Rakyat Demokratik Korea. Departemen Kehakiman menuturkan peretas terkait Korut menghapus data dari ribuan komputer Sony pada tahun 2014 dan mencuri email rahasia. Hacker tersebut juga menargetkan bioskop AMC, yang direncanakan untuk menampilkan film satir yang menggambarkan pembunuhan Kim. "Insiden tersebut tidak ada hubungannya dengan kami," tegas Korut dalam pernyataannya.