BREAKINGNEWS.CO.ID - Gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Seluruh lapisan masyarakat terus bergerak untuk membantu para korban yang terkena musibah tersebut. Gempa bumi magnitudo 7 Skala Richter (SR) tersebut merenggang 98 korban meninggal akibat gempa.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya. Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi bertambah menjadi 98 orang dari sebelumnya 91 orang. Angka tersebut berdasarkan laporan terakhir hingga pukul 16.30 wib, Senin (6/8/2018).

Akibat gempa yang menguncang Lombok dan sekitarnya korban luka ada 236 orang dari sebelumnya 209 orang. Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Proses evakuasi masih dilakukan sampai saat ini. Ini data sementara dan diperkirakan korban meninggal bertambah,” kata Sutopo di Grha BNPB, Jakarta Timur, Senin sore. 
Selain itu, tercatat ada 20.000 orang yang mengungsi di beberapa titik pengungsian. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan bahwa semua korban meninggal dunia adalah warga negara Indonesia dan belum ada laporan wisatawan asing yang menjadi korban akibat gempa.

Lebih rinci, dari 98 korban meninggal tersebut mayoritas terdapat di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 72 korban. Di Lombok Barat 16 orang meninggal, Lombok Timur dua orang meninggal, Lombok Tengah dua orang meninggal, Kota Mataram empa orang meninggal, dan Kota Denpasar, Bali dua orang meninggal. Seluruh korban meninggal merupakan warga negara Indonesia.

Sutopo menyampaikan, para turis itu sendiri yang meminta dievakuasi dari area bencana. Kemungkinan besar para turis tersebut masih mengalami trauma akibat gempa tersebut. Padahal BNPB sudah memastikan jika di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno aman setelah gempa 7 SR yang melanda Minggu (5/8/2018). Alasan yang dikemukakan para wisatawan itu adalah ingin keluar dari Pulau Gili karena khawatir dan trauma gempa kemarin.