BREAKINGNEWS.CO.ID-Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk menetapkan ketua umum dan anggota komite eksekutif (exco) definitif kepengurusan 2019-2024 kemungkinan besar diselenggarakan setelah pilpres, antara Mei hingga Agustus mendatang. Sejumlah figur, dari tokoh politik, pejabat negara hingga pengusaha, sudah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam perebutan kursi panas 'PSSI 1' .

Gusti Randa, pelaksana tugas (plt) ketua umum PSSI saat ini, menyebut KLB kemungkinan baru bisa digelar pada Agustus nanti. Namun, rencana itu dianggap terlalu lama oleh mayoritas pemilik suara (voters).  Di sisi lain, PSSI sendiri masih menunggu respon dari FIFA sebagai bagian dari aturan dan tahapan yang harus dilalui untuk memastikan waktu pelaksanaan extra ordinary congress tersebut. "Jadi, ya, kita tunggu saja," kata Gusti, Sabtu (6/4/2019).

Di tengah masa penantian ini, kubu Persib Bandung keukeuh mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan untuk memimpin otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung, menyebut Komjen Iriawan sangat siap mengomandani PSSI.

Menurut Umuh Muchtar, sosok Iriawan yang biasa disapa Iwan Bule itu memiliki kemampuan  untuk memimpin PSSI. Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina Persib, Iwan Bule juga profesional. Jebolan Akpol 1984 itu kini tercatat sebagai Pembina Bhayangkara FC. Artinya, kompentensi Mochammad Iriawan menjadi Ketum PSSI tidak perlu diragukan.

Kehadiran sosok petinggi Polri untuk memimpin PSSI dinilai sangat tepat dalam upaya memberantas praktik kotor pengaturan skor seperti yang dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Mabes Polri.

Komjen Mochammad Iriawan saat menyaksikan latihan tim Persib Bandung beberapa waktu lalu.

Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola nasional, mengakui bahwa PSSI memang memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.

Melihat kiprahnya saat bertugas di jajaran kepolisian, keberanian dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad Iriawan. Apalagi, didukung dengan jajaran pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. Maka, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik. 

"Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang memiliki kriteria untuk memimpin PSSI," kata Kesit, Jumat (5/4).

Kesit juga mengingatkan, apa yang terjadi di PSSI saat ini, di mana sejumlah pengurusnya terlibat dalam pengaturan skor, bisa dijadikan pelajaran penting.

"Sebagai seorang polisi saya yakin pak Iwan Bule tahu bagaimana mencari solusi dari berbagai permalahan yang ada di sepak bola tanah air, termasuk juga bagaimana mengatasi orang-orang yang menjadikan sepak bola sebagai ajang mengeruk keuntungan pribadi yang akhirnya merusak tatanan sepakbola Indonesia," tegas Kesit.

Dia berharap, di tengah masih banyaknya persoalan yang melanda sepakbola Indonesia, Komjen Iriawan dapat membawa PSSI ke arah yang lebih bagus. Bukan saja persoalan organisasi, melainkan juga pada prestasi sepak bola Indonesia yang belum juga membaik.

Kesit mengungkapkan, PR yang paling berat saat ini adalah mengubah mindset seluruh stakeholders sepak bola Indonesia. Ketua PSSI mendatang harus punya terobosan baru agar sepak bola Indonesia bisa segera bangkit.