BREAKINGNEWS.CO.ID-Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik menilai keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk segera mencabut saham pada PT Delta Djakarta sebagai bentuk hal yang positif. Di mana sikap itu menghilangkan beban pemerintah terhadap penegasan tentang minuman beralkohol. 
 
Taufik menilai selama ini pemerintah menanggung beban cukup berat mengenai aturan konsumsi ataupun peredaran minuman alkohol karena sampai detik ini justru pemerintah masih menginvestasikan saham pada perusahaan bir. 
 
“Paling tepat lepas aja, supaya secara psikologi juga nggak ada beban. Disatu sisi mau ngatur regulasi minuman beralkohol tapi disudut lain andapun (pemerintah) yang memproduksi,” tuturnya di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (15/3/2019).
 
Politikus Gerindra itu juga setuju dengan pendapat Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tentang pemerintah tidak dianjurkan dapat sebuah keuntungan dari bisnis melainkan dapat untung dari sebuah pembangunan. Artinya selama ini tidak ada pembangunan yang dilakukan dari Pemprov DKI dengan menaruh saham pada perusahaan bir. 
 
“Kalau Delta apa? Perusahaan apa Delta? Mau membangun apa Delta? Bangun minim minum bir? Disitu intinya posisitoning pemerintah,” ujarnya. 
 
Rencana pencabutan saham PT Delta Djakarta sendiri muncul sebelum Anies Rasyid Baswedan resmi mengisi jabatan sebagai gubernur DKI Jakarta. Realisasi wacana itu bergulir saat Anies kampanye Pilkada DKI Jakarta dan demi memenuhi janjinya maka ia bersikekeh cabut saham PT Delta Djakarta. 
 
Sampai saat ini Anies sudah dua kali menyurati DPRD DKI Jakarta untuk minta persetujuan pencabutan saham yakni pada tahun 2018 lalu dan terakhir pada 31 Januari 2019.