BREAKINGNEWS.CO.ID -   Keluarga Ambya Indosiar yang terdiri dari   yang terdiri dari Irfan Hakim, Soimah, Gilang Dirga, Jirayut, dan Rara LIDA mengajak pemirsa di seluruh tanah air bersama Irwan DA untuk mengaji di Program “Ramadan di Rumah Saja”.

Tayangan menghibur namun inspiratit itu  berlangsung setiap malam sejak  pukul 22.30 WIB  Pada episode Jumat, (15/8/2020) Keluarga Ambyar tersebut secara bergantian mereka membacakan surat Al Baqarah ayat 20–25.

Acara Indonesia mengaji malam itu pun kian mengesankan karena  delapan  peraih  peserta   terbaik   dari berhasil  menjadi  perwakilan Indonesia   untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional.

Bersamaan dengan itu juga, kompetisi Qori/Qoriah dari seluruh provinsi di Indonesia pada segmen “Indonesia Mengaji” telah memasuki round ke-2. Qori/Qoriah yang telah menjadi pemenang terbaik 1 di babak sebelumnya kali ini kembali bersaing dengan membacakan surat yang sama di setiap episode. Pada episode Minggu, 17 Mei 2020 kemarin tiga Qori  tampil adalah  Arozali  (Kepulauan Riau), Endiko  (Sumatera   Barat),   dan   Muchtar   (Kalimantan   Timur) membacakan surat Al Kafirun ayat 1-6. Dewan Juri telah menentukan Endiko (Sumatera Barat)  menjadi peserta terbaik 1 kali ini. Endiko juga merupakan perwakilan Indonesia yang akan mengikuti MTQ Internasional.

Program “Ramadan di Rumah Saja” juga mengajak  pemirsa untuk tetap bersilaturahmi dengan memanfaatkan teknologi   di   tengah   ketentuan   pemerintah   untuk   melakukan  physical   distancing.   Pada   segmen   “Indonesia Silaturahmi”   Keluarga   Ambyar   bersilaturahmi   dengan   sejumlah   tokoh   kenamaan   tanah   air.  

Pemirsa   diajak bersilaturahmi ke rumah Ustadz Solmed di hari Jumat, 15 Mei 2020 lalu. Keesokan harinya (Sabtu, 16 Mei 2020) giliran Keluarga Ambyar menyapa Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil yang akrab disapa dengan Kang Emil. Romantisme Kang Emil bersama sang istri di rumah menginspirasi pemirsa untuk tetap beraktivitas di rumah bersama dengan orang-orang terkasih.

Memasuki waktu sahur, program “Beraksi di Rumah Saja” yang tayang setiap hari sejak pukul 02.00 WIB dini hari dipandu oleh Ramzi, Abdel, dan Lesti DA telah menentukan delapan ustadz terbaik untuk melaju ke babak Top 8.

Mereka terbagi menjadi dua kloter yakni Kloter Ar Rahman terdiri dari Doni Dion (Bekasi), Hari (Purwokerto), Suwandi (Riau), dan Wardi (Nusa Tenggara Timur). Empat peserta lainnya yakni Il Al (Garut), Novri (Riau), Ulin (Cilacap), dan Zaky (Jakarta) masuk dalam Kloter Ar Rahim.
Kloter Ar Rahman menjadi kloter pertama yang kembali berkompetisi di episode Senin, 18 Mei 2020 dini hari tadi.  Keempat ustadz bersaing menyampaikan tausiyah dengan tema terbaik. Beragam pujian, saran dan kritik juga diberikan oleh Dewan Juri demi penampilan terbaik peserta di babak selanjutnya.  Doni Dion (Bekasi) hadir dengan tausiyah berjudul “Hindari Hutang, Hidup Tenang” berhasil mendapat pujian dari Ustadz Subki Al Bughury. “Hari ini penampilan Doni Dion berbeda, ada inovasi baru sesuai dengan tema. Penyampaian ayat Al Quran juga berhasil dibacakan Doni Dion dengan indah”, puji Ustadz Subki Al Bughury.

Suwandi (Riau) meski tampil dengan baik lewat judul tausiyah “Bahaya Sifat Bakhil” dan menuai pujian dari Ustadz Solmed, namun perolehan dukungan pemirsa berbanding terbalik.  Suwandi (Riau)  harus ikhlas berada di posisi terendah dibandingkan tiga ustadz lainnya dan mengharuskannya untuk tersingkir dari kompetisi “Beraksi di Rumah Saja”.