BREAKINGNEWS.CO.ID - Advokat Kapitra Ampera membantah tudingan mantan kliennya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) yang mengatakan jika kediamannya di Mekkah, Arab Saudi di geledah oleh pihak kepolisian. Bahkan, Rizieq pun mengatakan jika hal itu tidaklah benar.

Menanggapi hal itu, Kapitra pun mencoba meluruskan apa yang ditudingkan terhadap dirinya. Dirinya pun menegaskan jika ia tidak pernah memberikan keterangan tersebut.

"Ada yang harus diluruskan dari pernyataan itu, HRS mengatakan pernyataan saya ngawur karena memberitakan rumahnya digeledah. Sepengetahuan saya, tidak pernah menyatakan di media online mana pun," ujar Kapitra kepada breakingnews.co.id melalui pesan singkatnya, Sabtu (10/11/2018).

Adapun sebelumnya, Kapitra sendiri memang memberi pernyataan dengan mengatasnamakan diri sebagai kuasa hukum Habib Rizieq. Namun per Jum'at (9/11/2018) kemarin malam, Habib Rizieq secara resmi menyatakan Kapitra bukan lagi pengacaranya.

"Saya justru menyembunyikan informasi yang saya dapat dan selalu saya katakan tidak ada pemanggilan. Tidak ada penangkapan, tidak ada penahan, yang ada konfirmasi dan klarifikasi dan yang memasang bendera orang lain, bukan HRS atau keluarganya. Itu yang selalu saya katakan," ungkap Kapitra.

Kendati demikian, dirinya pun tidak menyalahkan Habib Rizieq soal pernyataan tersebut. Menurut Kapitra, dirinya hanya mencoba meluruskan. Dirinya pun yakin jika ada seseorang yang memberikan informasi yang salah terhadap Rizieq. "Saya yakin ada orang-orang tertentu yang memberi info yang salah pada HRS," ungkapnya.

Kapitra melanjutkan, dirinya merasa lega karena tak lagi menjadi kuasa hukum Habib Rizieq. Kapitra mengaku selama ini selalu memikirkan cara agar Habib Rizieq bisa kembali ke Indonesia dengan aman. "Sekali lagi saya sudah merasa lega dengan pencabutan kuasa ini," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapitra sendiri memang pernah mengonfirmasi soal situasi yang dihadapi Habib Rizieq di Arab Saudi. Namun memang Kapitra tak memberi penjelasan panjang.

"(Diperiksa) beberapa hari yang lalu, saya pikir itu konfirmasi dari pihak polisi Saudi. Insya Allah sudah pulang karena tadi sudah telepon Ustaz Haikal di depan saya. Diperiksa polisi KSA (Kerajaan Arab Saudi). Iya, diduga ada orang yang pasang bendera berkalimat tauhid di dinding tembok rumah HRS," kata Kapitra, Selasa (6/11).