JAKARTA - Entah mimpi apa AW (17) saat terbangun dari tidurnya. Cita-citanya melanjutkan pendidikan menjadi anggota polisi setelah menamatkan Sekolah Lanjutan Atas pupus sudah. AW yang ingin berangkat ke sekolah, disabet jarinya memakai celurit oleh GG dan DD hingga jari kelingkingnya putus di Jalan Supriyadi, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (21/6/2017) lalu. 

Padahal, salah satu syarat agar seseorang bisa lolos sebagai anggota kepolisian jarinya harus lengkap. "Dia ingin jadi anggota polisi. Jari kelingkingnya putus. Sehingga tidak bisa jadi anggota Polri," kata Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng pada acara rilis sejumlah kasus kriminal yang berhasil diungkap Polda Metro Jaya, Kamis (26/4/2018).

Kasus yang menimpa AW berawal saat GG dan DD berupaya melancarkan aksi pemalakan disekitar Ciracas, Jakarta Timur. Kemudian terpantau oleh keduanya sosok AW yang mau berangkat sekolah. "Para tersangka menyisir daerah yang akan dijadikan target operasi. Setelah mendapat target yang sedang berangkat ke sekolah, pelaku mendekati," ujar Gede.

GG dan DD meminta ponsel yang dibawa AW. Namun memberikan hingga GG dan DD naik pitam. Ditodonglah AW dengan menggunakan celurit. Ditodong celurit, rupanya AW tidak gentar. Dia justru melakukan perlawanan. "Pelaku menyabetkan cluritnya dan mengenai kelingking korban hingga putus. Selanjutnya pelaku mengambil barang berharga milik korban, dan melarikan diri," papar Gede.

Usai kasus itu AW melapor polisi. Kemudian polisi memintai keterangan AW. Dari permintaan keterangan itulah penyidik tahu, AW berencana mendaftar sebagai anggota polisi. "Jadi saat dimintai keterangan itu kami mengetahui," terang dia.

Polisi yang mendapat keterangan korban melakukan penelusuran. Hingga akhirnya satu orang tersangka berinisial GG ditangkap, di Jakarta Timur, pada Rabu (18/4/2018). Sementara satu tersangka lain berinisial DD masih diburu aparat kepolisian.

GG dijerat Pasal 363 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman lebih dari 12 tahun penjara.