JAKARTA-Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah memastikan tidak ada pengurangan jumlah supir angkotan kota (angkot) jika bergabung dengan one karcis on trip (OK Otrip). Pasalnya jika organda sepakat ikut OK Otrip nantinya jumlah angkot akan dibatasi yakni sebanyak 90 buah.

"Enggak bakal kena dong (pengurangan)," kata Andri di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (26/2/2018). Ia mengklaim jika jumlah angkot yang digunakan tidak mencapi 100 buah tapi supir yang bisa ikut OK Otrip tetap tidak mengalami pengurangan. Hal itu lantaran sistem OK Otrip nantinya supir bekerja dengan dua shif yakni pagi dan siang hari.

"Tapi kan selama ini satu, kami kan dua sopirnya sehari. Malah justru kalau seumpama OK Otrip berjalan dengan baik nanti kita siapkan juga amari (angkutan malam hari). Kan SPM (standar pelayanan minimum) enggan boleh lebih 8 jam," ungkap Andri.

Andri mencontohkan, angkot di Jakarta ada 157 trayek dengan jumlah armada 12.500 tapi Dishub DKI Jakarta sudah mengantongi data ada 97 organda dengan jumlah armada 8.000. Sementara kalau bicara ada 12.500 armada, yang terdata hanya 8.000 dan masih ada sisa 4.500 armada belum tentu akan mengalami PHK.

"Nanti kan 8.000, sopirnya dua jadi 16.000 malah kita punya investasi. Makanya kemarin ada beberapa operator malah minta dicariin sopir. Jadi secara trayek, secara armada berkurang tapi secara tenaga kerja enggak berkurang," imbuh dia.