BREAKINGNEWS.CO.ID – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku ingin segera tuntaskan hubungan buruknya bersama Valentino Rossi yang kembali memanas usai insiden kontroversi yang melibatkan kedua pembalap dunia papan atas ini di seri MotoGP Argentina 2018 lalu. Ia pun mengaku telah siap untuk menerima berbagai sorakan negatif dari penggemar Rossi saat balapan di seri MotoGP San Marino pada akhir pekan ini.

Rusaknya hubungan antara Rossi dan Marquez bermula saat pembalap berusia 25 tahun tersebut mengalami kendala pada motornya saat start hendak dilakukan. Akibatnya Marquez pun harus menerima hukuman pinalti 10 detik. Demi mengamankan posisi klasemen yang dipimpinnya, Marquez pun memacu motornya dengan sembrono hingga menyenggol Rossi.

Pebalap Yamaha itu melebar ke sisi luar lintasan sebelum akhirnya ambruk meski masih bisa melanjutkan balapan sekalipun tak mampu mendulang angka. Usai balapan, Marquez pergi ke garasi Rossi untuk meminta maaf namun diusir. Kepada media massa, Rossi menyebut Marquez meminta maaf semata untuk publikasi dan menyebutnya pembalap berbahaya dan tak peduli keselamatan pembalap lain.

Dalam wawancaranya bersama Sky Sport menjelang MotoGP San Marino akhir pekan ini, Marquez pun mengaku ingin kembali berdamai dengan pembalap 39 tahun tersebut, walau menyayangkan permintaan maafnya disalahartikan. "Saya bakal senang berdamai dengannya. Saya tak punya masalah apa pun dengan Vale. Apa yang terjadi di Argentina lebih 'sunyi', karena sayalah yang melakukan kesalahan dan membuat Vale mendapat nasib buruk. Tapi saya sudah mencoba meminta maaf," ungkapnya.

Pada akhir pekan ini, MotoGP akan melakoni seri ke-13 di San Marino yang tak lain akan menjadi balapan kandang lain bagi Rossi. Marquez mengaku tidak suka dengan disoraki fans, sekalipun tidak terganggu olehnya. "Apakah saya terganggu oleh teriakan-teriakan saat di podium? Tidak, tapi saya tak suka. Ini seperti sepak bola. Saya mendukung Barcelona, tapi saat Real Madrid menang dan bermain lebih baik, saya bertepuk tangan untuk mereka yang layak dapat tiga poin," ungkapnya.

"Saya tak suka teriakan-teriakan itu, karena kami berkendara di 300 km/jam, mempertaruhkan nyawa setiap kali berkendara. Jika memang penggemar sejati, maka Anda akan suka melihat aksi salip, bukan suka berdasar 'warna' si pembalap. Saya selalu minta penggemar saya menghormati rider lain karena usai satu balapan, akan ada balapan lainnya. Hidup terus berlanjut," tutupnya.