BREAKINGNEWS.CO.ID--Dalam waktu dekat light rail transit (LRT) akan segera beroperasi untuk memaksimalkan pelayanan PT LRT Jakarta menggelar simulasi tanggap darurat untuk seluruh staf di Stasiun Velodrome selama dua hari lamanya.

Simulasi tersebut bekerja sama dengan Kepolisian, Direktorat keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, KNKT dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Dinas teknis terkait, Kecamatan, Sudin Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan setempat), dan Ombusman DKI Jakarta.

“Kami berharap dengan simulasi tanggap darurat ini semua pihak bisa sharing ilmu dan pengalaman kepada kami. Kami ingin memastikan pengguna LRT Jakarta dan karyawan kami apabila terjadi kondisi emergency dapat terselamatkan semua,” tutur Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Allan mengungkapkan bahwa simulasi tanggal darurat yang dilangsungkan selama dua hari tersebut adalah salah satu upaya operator penyelenggara perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian yang terencana, terstruktur, terukur dan terintegrasi.

Adapun simulasi yang dilakukan diantaranya darurat kebakaran di Stasiun, darurat kebakaran di LRT, darurat tertumburnya LRT, darurat derailment, darurat gempa bumi dan darurat sabotase sampai ancaman bom.

“Mencegah terjadinya insiden atau kecelakaan kereta api, menciptakan tempat dan lingkungan kerja SDM perkeretaapian yang selamat, aman, nyaman dan efisien,” ungkapnya.

Bukan hanya itu simulasi dilakukan karena mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 69 Tahun 2017 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian.

Sementara itu Manajer Keselamatan PT LRT Jakarta, Ardian Yusuf menerangkan bahwa selain mengadakan simulasi tanggap darurat, PT LRT Jakarta telah menyiapkan SOP tanggap darurat melakukan focus group discussion tanggap darurat. “Perencanaan simulasi tanggap darurat dan penyiapan fasilitas tanggap darurat baik di stasiun maupun kereta,” tambah dia.