BREAKINGNEWS.CO.ID – Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola Zulkifri dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subside enam bulan kurungan dan pencabutan hak polik selama lima  tahun oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi PAN tersebut didakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi kasus gratifikasi dan suap di Provensi Jambi.

Selain didakwa  bersalah, Zumi Zola juga diakui oleh Jaksa selalu bersikap kooperatif dan sopan selama menjalani proses penyidikan sebagai tersangka hingga proses persidangan dengan status sebagai terdakwa. Salah satu Gubernur termuda di Indonesia ini juga sebelumnya telah menyalangkan permohonan untuk menjadi justice collaborator kepada KPK. Namun sayang permohonannya tersebut ditolak oleh Jaksa.

"Kami penuntut umum berpendapat bahwa permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan," ujar jaksa membacakan surat tuntutan Zumi Zola di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Penolakan ini disampaikan jaksa pada KPK dengan sejumlah alasan. Pertama, Zumi Zola disebut jaksa pihak yang paling bertanggungjawab dalam perkara terebut sebagai penerima gratifikasi maupun sebagai pemberi suap terkait pengesahan APBD 2017 dan APBD 2018.

Kedua, keterangan Zumi Zola yang diungkapkan di penyidikan maupun di sidang pengadilan menurut jaksa KPK belum signifikan dan belum bersifat menentukan untuk membongkar pelaku tindak pidana lain atau untuk membongkar adanya tindak pidana korupsi lain.

"Namun apabila keterangan terdakwa tersebut cukup berguna untuk pembuktian perkara lainnya yang dilakukan di kemudian hari, maka terhadap terdakwa tersebut dipertimbangkan untuk diberikan surat keterangan bekerjasama dengan aparat penegak hukum," papar jaksa.

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Zumi Zola menerima gratifikasi senilai Rp 40,44 miliar dan US$ 177.300 dari para rekanan terkait sejumlah proyek di pemerintahan Provinsi Jambi. KPK menyatakan, Zumi menerima gratifikasi dari tiga orang dekatnya yaitu mantan Kepala Dinas PUPR Arfan, lalu Apif dan Asrul Pandapotan Sihotang selaku mantan bendahara dalam tim kampanye Zumi saat maju dalam Pemilihan Gubernur Jambi.