JAKARTA – Selandia Baru diakui Perdana Menteri Jacinda Ardern sebagai Negara rasis, dan dia bersumpah akan berusaha untuk menangani masalah tersebut.

"Saya pikir mungkin Anda akan kesulitan menemukan negara yang tidak memiliki rasisme di dalamnya. Apakah Selandia Baru salah satunya? Tak dapat disangkal. Apakah rasisme ada di hampir semua negara? Tak dapat disangkal lagi. Dapatkah kita memperbaiki ini dengan berbuat lebih baik? Ya," kata Ardern kepada wartawan, Kamis (12/4/2018).

"Saya benar-benar bangga dengan upaya yang kami lakukan setiap hari untuk menjadi lebih baik," lanjutnya.
Pernyataan itu diungkapkan Ardern menanggapi komentar salah satu produser film, Taika Waititi, yang menganggap kalau negaranya itu "rasis keterlaluan."

" Negara ini rasis keterlaluan. Maksud saya, Selandia Baru merupakan tempat terbaik di planet ini, tapi di sini adalah tempat yang rasis," ucap Waititi.

"Masih banyak warga yang menolak menyebut suku Maori secara tepat. Banyak orang yang masih menyebut mereka Polynesian," lanjutnya.

Waititi berasal dari suku Maori, orang asli Selandia Baru. Dia mengaku kerap dituduh pecandu lem dikarenakan sukunya memiliki tradisi mencium hidung orang sebagai bentuk sambutan.

Komentar Waititi memicu perdebatan di negara selatan Pasifik itu. Sebagian orang memberi dukungan pernyataannya, sementara yang lain menyebut dia berlebihan.

Tahun lalu, Waititi memimpin gerakan anti-rasisme yang digelar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Selandia Baru.

Akan tetapi, dia juga mengaku kalau sentimen rasisme tidak hanya muncul dari orang kulit putih di Selandia Baru, tapi juga sukunya sendiri.

"Ya, ada Maori rasis. Banyak dari anggota keluarga saya yang juga seperti itu, dan sialnya ini ada di mana-mana," kata Waititi.