BREAKINGNEWS.CO.ID - Di tengah situasi gencatan senjata yang terjadi antara Hamas dan Israel setelah keduanya saling serang, serangan roket dari Jalur Gaza, Palestina ke arah Israel kembali terjadi pada Selasa (26/3/2019) malam waktu setempat.

Israel menyebut sebuah proyektil ditembakkan dari Jalur Gaza sekitar pukul 20:00 waktu setempat. "Angkatan udara kami baru saja menyerang beberapa sasaran teror Hamas di Gaza," papar militer Israel.

"Jika Hamas berpikir Israel akan duduk diam ketika roket dan bahan peledak menerjang kami, pelanggaran terhadap perbatasan hingga mengancam kehidupan warga Israel, mereka salah." Militer Israel juga menuturkan pesawat tempur mereka telah meluncurkan serangan ke sejumlah basis Hamas di Gaza.

Sementara itu, seorang sumber keamanan di Gaza mengatakan serangan udara menghantam pangkalan militer Hamas di Khan Yunis. Roket dari Gaza itu ditembakkan beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan negaranya siap mengerahkan aksi militer di Gaza.

Peringatan Netanyahu itu muncul setelah saling serang antara militer Israel dan kelompok militan Palestina di Gaza terjadi sejak awal pekan ini. Militer Israel meluncurkan sejumlah serangan udara ke beberapa wilayah di Gaza sejak Senin (25/3) pekan ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan roket dari Gaza yang menerjang sebuah kawasan di utara Ibu Kota Tel Aviv.

Insiden itu menghancurkan sebuah rumah dan melukai tujuh warga Israel. Sejak itu, kelompok militan Palestina di Gaza juga terus meluncurkan rentetan roket baru. Ketegangan sempat menurun pada Selasa (26/3). Hamas, salah satu faksi Palestina yang dianggap Israel sebagai kelompok teroris, mengklaim sudah sepakat melakukan gencatan senjata.

Juru Bicara Hamas, Fawzi Barhoum, mengatakan gencatan senjata terjadi ditengahi Mesir. Israel belum mengomentari klaim tersebut. Sebab, sebelum Hamas menyatakan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, Israel justru meningkatkan serangan mereka atas Hamas.

Israel juga saat ini mengerahkan dua brigade prajurit Angkatan Darat dan menyiagakan pasukan cadangan untuk bersiap perang di Jalur Gaza. Hal mengkhawatirkan karena situasi di Jalur Gaza saat ini sedang bergejolak lantaran inflasi.