JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan keputusan Iran pada bulan April 2018 untuk menyatukan nilai tukar resmi dan pasar bebasnya untuk mata uang rial merupakan sebuah langkah ke arah yang benar. Rial sudah hampir terpangkas separuh dari nilainya sejak September tahun 2017, sebagian dikarenakan kekhawatiran berlakunya kembali sanksi ekonomi apabila Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membuktikan ancamannya keluar dari kesepakatan nuklir Iran, seperti dilansir Reuter, Selasa (1/5/2018).

Bulan lalu otoritas Iran menyatakan akan menyatukan nilai tukar resmi dan pasar bebasnya dalam mata uang tunggal pada kurs 42.000 rial per satu dolar AS. Bank sentral negara itu sudah menuturkan kalau kurs akan fleksibel antara 5 hingga 6 persen. Penyatuan itu akan "membantu menghapuskan distorsi dan meningkatkan daya saing ekonomi," kata Jihad Azour, direktur IMF untuk Timur Tengah dan Asia Tengah kepada Reuters.

Trump akan mengambil keputusan setelah 12 Mei 2018 apakah AS akan keluar atau tidak dari kesepakatan nuklir Iran pada 2015 yang memaksa Iran menutup ambisi nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.