BREAKINGNEWS.CO.ID – Instagram baru saja menyatakan jika pihaknya telah membersihkan pengikut (followers) palsu, suka (likes), dan komentar yang dibuat oleh aplikasi pada Senin (20/11/2018). Aplikasi pihak ketiga ini memang bisa menghasilkan likes serta komentar palsu sehingga membuat sebuah akun menjadi lebih populer.

Tindakan keras ini muncul usai platform lainnya yakni Facebook yang menjadi induk perusahaan Instagram berusaha meyakinkan dunia bahwa jaringan sosial mereka bisa dipercaya.

"Baru-baru ini, kami telah melihat akun menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk meningkatkan audiens mereka secara artifisial," tulis Instagram dalam blog mereka pada Senin (20/11/2018).

"Mulai hari ini, kami akan mulai menghapus suka yang tidak otentik, followers, dan komentar dari akun yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk meningkatkan popularitas mereka."

Saat ini, Instagram tengah mengembangkan perangkat lunak mereka sendiri untuk membantu mengidentifikasi aplikasi-aplikasi pembuat komentar dan likes palsu ini. Sehingga media sosial itu berharap platformnya bebas dari aktivitas yang tidak autentik.

Selain itu, Instagram juga menyatakan bakal memberi tahu pengguna ketika pihaknya menghapus suka, followers, atau komentar palsu. Pengguna yang tidak sadar terkait dengan aplikasi yang dilarang Instagram itu, hanya perlu mengubah kata sandi untuk memutuskan sambungan, seperti diungkap jejaring sosial berbagi foto dan video itu.

Akan tetapi, para pengguna Instagram yang tetap menggunakan aplikasi pihak ketiga ini kemungkinan akan terdampak dengan kebijakan baru mereka ini. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Facebook tak sanggup meregulasi dirinya sendiri agar kesalahan informasi dan manipulasi tak merebak pada platformnya.

Facebook sendiri baru saja mendapatkan kritik baru menyusul penyelidikan New York Times yang menunjukkan bahwa mereka mengabaikan peringatan soal pengaruh kampanye Rusia di platformnya. Mereka juga menggunakan perusahaan konsultan untuk mencela kritik atas jejaring sosialnya.

Selain Instagran dan juga Facebook, platform lainnya yakni Twitter juga telah melakukan upaya serupa untuk membasmi akun yang tidak otentik, yang mengakibatkan penurunan jumlah pengikut yang signifikan bagi beberapa pengguna platform itu. Sebab, pengguna itu diidentifikasi Twitter sebagai bot atau akun palsu.