BREAKINGNEWS.CO.ID – Atlet para atletik Indonesia, Insan Nurhaida merasa malu dikarenakan tidak berhasil menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia dalam ajang Asian Para Games 2018. Insan sejatinya berpeluang meraih medali sebelum hilang keseimbangan dan jatuh menjelang garis finis di nomor lari 100 meter kategori T36 putri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Rabu (10/10/2018) lalu.

Akhirnya, dia tercatat sebagai atlet yang finis kelima dengan catatan waktu 16,56 detik. Tidak berhasil menyumbangkan medali, Insan sempat mengaku malu. Dia mengakui hal tersebut saat dibesuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Rabu (10/10) malam. "Dia bilang ke Pak Menteri kalau dia malu karena tidak bisa mendapatkan medali emas. Tetapi kata Pak Menteri tidak apa-apa. Nanti kalau sembuh bisa main lagi di ASEAN Para Games 2019 mendatang di Filipina," kata ayah Insan, Agus Nurdin.

Insan merupakan penyandang disabilitas cerebal palsy atau kelumpuhan pada otak. Disabilitas ini mengakibatkan terjadinya gangguan gerakan otot, atau postur yang disebabkan cedera (perkembangan abnormal di otak). Insan saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit Dr. Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (11/10). Saat ini Insan masih bisa tersenyum manis.

Pada saat ditanya kondisinya sekarang, dara kelahiran 24 Desember 1987 itu mengatakan baik-baik saja. Walau sebenarnya dari hasil pemeriksaan rontgen, dokter menyatakan tulang lehernya retak. "Baik-baik. Tidak apa-apa. Tidak sakit," kata Insan sambil menunjukkan luka pada bagian bahu kanan akibat terbentur gravel lintasan.

Saat ini lnsan harus terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan selimut merah muda tanpa menggunakan bantal sebagai penyangga. Lehernya dililit cervical collar atau penyangga yang membuat lehernya tidak bisa banyak bergerak. Tangan kanannya juga terdapat infus yang mengalirkan obat serta kebutuhan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan Insan selama masa perawatan.

Menurut sang ibu N. Mis'ati, Insan tidak boleh banyak gerak agar retak pada bagian tulang lehernya bisa cepat pulih. Insan juga sempat mengalami mual dan muntah. Rencananya, Insan akan melakukan pemeriksaan saraf oleh dokter spesialis saraf di RS Mintohardjo yang dijadwalkan pada Kamis (11/10).