BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah Malaysia mendapatkan desakan dari pemerintah India untuk mendeportasi penceramah Zakir Naik, seorang penceramah kontroversial yang dituduh telah melakukan tindak pidana terorisme serta pencucian uang. Desakan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri India, meskipun Perdana Menteri Mahathir Mohamad beberapa waktu terakhir menyatakan tidak ada rencana tersebut.

Dilansir Statesman, Kementerian Luar Negeri India menyatakan permintaan ekstradisi penceramah muslim yang kontroversial itu sedang dipertimbangkan secara serius oleh pihak berwenang Malaysia. "Kami memiliki perjanjian ekstradisi dengan Malaysia. Pada Januari, kami mengajukan permintaan resmi untuk ekstradisi Zakir Naik. Pada tahap ini, permintaan ekstradisi kami sedang dipertimbangkan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Raveesh Kumar seperti dilansir The Statesman, Jumat (13/7/2018).

India, kata Kumar, menghubungi pihak berwenang Malaysia secara teratur melalui Komisioner Tinggi atau duta besarnya di negara itu. Walaupun demikian, menurut The Statesman, ada kecemasan di pihak India setelah PM Mahathir menyatakan pemerintah Malaysia tidak akan dengan mudah menyerah pada desakan India untuk mendeportasi Zakir Naik, yang dituduh melakukan kegiatan terorisme dan pencucian uang. Zakir Naik, pendiri Islamic Research Foundation (IRF) yang menjadi buronan pemerintah India karena dugaan terorisme dan pencucian uang, Zakir Naik meninggalkan India pada 2016. Zakir pindah ke Malaysia dan sempat diberikan status penduduk tetap oleh pemerintah Malaysia sebelum paspornya dicabut oleh otoritas India.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tak akan mendeportasi penceramah Zakir Naik ke negara asalnya, India. Meskipun, India pernah menyebut Zakir terkait aktivitas teror dan ujaran kebencian. "Selama dia tidak menciptakan masalah apapun, kami tidak akan mendeportasinya karena dia telah diberi status kependudukan permanen," kata Mahathir, pada Jumat (6/7).

Penceramah Zakir Naik pun mengucapkan terima kasih ke pemerintah dan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad atas diberikannya izin tinggal. Zakir mengatakan, keputusan itu menegaskan keyakinannya pada keadilan dan toleransi di Malaysia. "Saya merasa rendah hati untuk menjadi bagian dari keragaman ini dan saya juga mengakui sensitivitas (masalah) ini," kata Zakir naik, Rabu (11/7). "Saya tidak akan pernah ingin mengganggu atau membahayakan keseimbangan ini dengan cara apapun atau melanggar aturan di negara ini," ujar dia menambahkan.