BREAKINGNEWS.CO.ID - Panitia penyelenggara Asian Games, Inasgoc membantah tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyebutkan banyaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memborong tiket nonton Asian Games 2018. Dikatakan Gatot S Dewa Broto, sebagai Kepala Keuangan Inasgoc, pihaknya belum memiliki data jelas BUMN mana yang memborong tiket tersebut. Tapi, Gatot tak memungkiri bahwa sponsor termasuk BUMN memang mendapatkan beberapa jatah tiket gratis.

"Isu bahwa ada BUMN yang memborong kami belum dapat data konkret BUMN nya yang mana. Tapi, kalau kemudian sponsor dapat sejumlah tiket berlebih memang betul," kata Gatot saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (3/9/2018).

Gatot menambahkan, jatah tiket sponsor termasuk BUMN tidak mencapai 20 persen dari total tiket. "Coba anda sebagai wartawan yang kemarin meliput bayangkan jika di Stadion Utama dan venue-venue itu habis untuk BUMN. Tidak mungkin lah itu, nggak sampai 20 persen kok," ucap sosok yang juga menjabat sebagai Sekretaris menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) itu.

Keyakinan Gatot ini juga ia landaskan dengan dengan perjanjian Inasgoc dengan sponsor. Dalam perjanjian tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta, INASGOC akan menerima uang sponsor sebesar Rp800 miliar. Namun, hingga pelaksanaan acara berlangsung, dana sponsor baru cair Rp250 miliar. "Yang masuk itu baru Rp250 miliar, uang yang cair itu baru segitu. Kemudian kebutuhan anggaran total (dari APBN) Rp8,1 triliun. Jadi enggak wajar mereka minta haknya. Saya termasuk yang agak keras, enggak dong jangan dikasih, kalau tidak itu akan menjadi isu publik tiket yang terjadi sekarang susah dan sebagainya," ungkap dia.

Sebelumnya KPK menyebut tiket Asian Games 2018 diduga jadi alat gratifikasi oleh badan usaha milik negara (BUMN). Pasalnya KPK mengungkap ada BUMN yang memberikan tiket tersebut ke para pejabat. Lantas, berapa harga tiket yang diduga untuk alat gratifikasi ini? Tiket-tiket pertandingan cabang olahraga Asian Games ini juga dijual di toko online, Blibli. Inasgoc menunjuk Blibli sebagai official vendor penjualan tiket online Asian Games.