BREAKINGNEWS.CO.ID – Bagi para pencinta bulutangkis di dunia, pasti sudah tak asing mendengar nama Marcus Fernaldi Gideon. Pria kelahiran 9 Mei 1999 ini merupakan salah satu atlet bulutangkis papan atas dunia andalan Indonesia saat ini. Tampil di sektor ganda putra bersama tandem andalan Kevin Sanjaya Sukamuljo, pebulutangkis yang akbrab disapa Sinyo ini telah meraup berbagai perstasi gemilang di turnamen badminton Internasional di seluruh belahan dunia yang diikutinya.

Mercus/Kevin saat ini tercatat sebagai ganda campuran nomor satu dunia versi BWF (Federasi Bulutangkis Dunia). Pencapain luar bisa ini tentu tak terlepas dari hasil yang telah mereka peroleh disepanjang karier profesionalnya. Bagaimana tidak, sejak dipasangkan pada 2015 silam Marcus bersama Kevin berhasil mencatatkan sejarah baru di ganda putra yaitu sukses menjuarai 7 turnamen dalam 1 tahun setelah pada hari minggu 17 Desember 2017 menjadi kampiun di turnamen Super Series Final Dubai dengan menaklukan pasangan Tiongkok Zhang Nan-Liu Cheng 21-16, 21-15.

Marcus/Kevin Juara Indonesia Open 2018

Pada musim 2018 ini Marcus/Kevin telah mengoleksi empat gelar juara yang diperoleh mereka dari Indonesia Master, India Terbuka, All England dan Indonesia Open usai mengalahkan wakil Jepang, akuto Inaoue/Yuki Kaneto dengan sekor 21-13 dan 21-16 di babak final yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (8/7). 

Marcus dan Kevin pun dipastikan akan menjadi ujung tombak skuat Merah Putih pada cabang olahraga Bulutangkis di Asian Games yang akan dihelat pada 18 Agustus mendatang di Jakarta-Palembang. Untuk itu Marcus pun bertekat untuk mempersembahkan medali emas bagi negeri tercintanya ini. Meski begitu dirinya tak mau terlalu jemawa untuk hal tersebut.

“Terget saya sama Kevin yang pasti pingin mempersembahkan medali emas di Asian Games 2018. Tapi kan kita juga tak mau terlalu cepat untuk memasang ekspetasi terlalu tinggi. Step by step sajalah, lagian juga Asian Games masih jauh,” ungakp Marcus kepada Breakingnews.co.id.

“Kita juga masih mau fokus dulu ke kejuaraan dunia di Cina, usai Indonesia Open ini. Masih ada waktulah dua atau dua tiga minggu kedepan untuk mempersiapkan diri hadapi Asian Games. Lagiankan ini dua even yang besar (Kejuaraan dunia dan Asian Games) tentu kita yang pasti ingin mengharumkan nama Indonesia di dua even ini,” ia melanjutkan.

“Kejuaraan dunia dan Asian Games merupakan salah satu target saya dan Kevin dalam musim ini. Dapat dikatakan kalau ini merupkaan "impian kita" saat ini. Meski kedua event ini berdekatan dan kita tak bisa memilih karena diwajibkan untuk ikut kedua-duanya, namun kita bertekat untuk lakukan yang terbaik untuk Indonesia. Itu tekat kami berdua,” tegasnya.

Sebagai ganda putra nomor satu Indonesia, Marcus dan Kevin selalu menjadi sorotan publik kalah mereka tengah mengikuti pertandingan. Beban yang dipikul mereka pun tentu sangat berat. Bahkan diakui Marcus jika mereka dituntut untuk tidak boleh kalah pada setiap pertandingan. Terutama dari seluruh masyarat Indonesia.

“Kalau ditanya mengenai tekanan dengan posisi rangking satu dunia, jujur saja, saya dengan Kevin cukup tertekan. Apalagi banyak harapan masyarakat Indonesia untuk kita tak boleh satu kalipun kalah. Kalau kita kalah satu kali saja, langsung wow banget gitu, padahal bukan kita saja sendiri yang berstatus sebagai pemain nomor satu dunia. Namun terlepas dari itu, kita cukup termotivasi dengan hal itu, untuk terus melakukan yang terbaik dari hari-kehari,” pungkas Marcus.