BREAKINGNEWS.CO.ID -  Kabut tebal polusi yang meliputi  Jakarta, Minggu (15/9/2019)  menobatkan ibu kota negara ini sebagai  juara tiga kota paling polutif dari 89 kota besar dunia.  Data itu muncul berdasarkan catatan parameter kualitas udara yang dirilis AirVisual.

Pada pukul 6.30 pagi, kualitas udara Jakarta diketahui menempati level tidak sehat yang itu ditunjukkan dengan  parameter Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) pada angka 161 atau berkategori tidak sehat.

Akibatnya, warga masyarakat yang ada di kota tersebut jendela, meminimalisir kegiatan luar rumah, menggunakan pemurni udara dan menggunakan masker jika berkegiatan di luar rumah.

Laman Antaranews.com mencatat, angka itu terpaut 23 poin lebih rendah dari Kuching, Malaysia yang menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk (204) yang disebut AirVisual terkategori sangat tidak sehat dan Hanoi, Vietnam, yang menduduki peringkat kedua kota terpolutan di dunia dengan angka indeks 185.

Indikator AirVisual juga memperlihatkan kualitas udara DKI tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan parameter polutan PM2.5 konsentrasi 75,1 ug/m3.

Di pihak lain, Pemprov DKI Jakarta merespons permasalahan polusi udara tersebut dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara di Ibu Kota.

Instruksi tersebut selanjutnya diimplementasikan melalui kebijakan perluasan wilayah rekayasa lalu lintas dengan plat nomor ganjil-genap, guna menekan populasi kendaraan sebagai salah satu pemicu polusi.

Jakarta juga melakukan uji emisi secara rutin hingga membatasi usia pakai kendaraan yang akan melintas di wilayah setempat.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengintensifkan pengawasan terhadap pabrik yang berpotensi melanggar aturan lingkungan hingga mengintensifkan penghijauan di sejumlah titik kawasan.