BREAKINGNEWS.CO.ID- Kepolisian Republik Indonesia merilis bahwa rata-rata terdapat 3.500 informasi palsu atau bohong (hoax) yang beredar di media-media sosial setiap hari. Informasi hoax tersebut diprediksi akan terus meningkat menjelang Pemilu 2019. 
 
Terkait hal ini, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dari Fraksi NasDem, Johnny G Plate mengatakan, pihaknya merujuk pada isi deklarasi damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghindari isu hoax dalam kampanye. 
 
"Kemarin deklarasi damai itu diminta jangan sebarkan hoax, jangan eksploitasi Sara dan jangan money politik. Itu yang tiga diminta," ujar Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018). Namun kata Johnny, pihak yang mengatasi hal tersebut adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Bawaslulah punya tugas," katanya. 
 
Kalau Partai NasDem kata Johnny, pihaknya menolak keras isu yang merugikan sistem demokrasi tersebut. Kata Johnny, pihaknya mengadu gagasan, rekam jejak dan kinerjanya. 
 
"Kalau NasDem sudah jelas memang doktrinnya adalah pemilu adu gagasan. Yang diadu itu rekam jejaknya. Yang diadu itu kinerjanya. Dorongan kita gunakan kesempatan politik sebagaimana cara semangat yang dihadirkan saat kampanye damai," katanya. 
 
"Politik gagasan, politik visi dan misi yang menghantar Indonesia lebih maju, politik adu kontestasi integritasnya, adu kontetasi rejam jejaknya. Dan atau kinerja-kinerjanya. Kerja nyatanya. Jangan hoax, jangan fitnah dan money politik," tukasnya. 
 
Polri mencatat sebanyak 3.500 informasi palsu atau hoax disebar ke media sosial setiap harinya. Berita hoaks itu masif ditemukan di jejaring sosial menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019.
 
"Cukup banyak bahkan sehari bisa ribuan, yang krusial 3.500. Ini cukup masif," kata Karo Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Budi Setiawan, dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertemakan 'Kampanye Asik, Damai dan Anti-Hoaks' di Jakarta, Sabtu (22/9).
 
Polri bakal menindak penyebar informasi hoax tersebut. Namun, di sisi lain Polri juga memiliki tugas mengantisipasi penyebaran berita hoaks. "Kami tidak menghendaki sebanyak banyaknya yang kita tangkap, saya berusaha sedikit mungkin," ujarnya.
 
Selain menindak, Korps Bhayangkara juga melakukan upaya persuasif melawan penyebaran informasi hoaks. Salah satunya, memberikan sosialisasi guna menyejukkan suasa politik jelang Pilrpes 2019. "Itu kita sejukkan, kita beri penjelasan supaya memahami," pungkasnya.