BREAKINGNEWS.CO.ID – Saat ini, aplikasi pesan instant kembali mejadi topik hangat bagi banyak orang. Bukan karena fitur-fitur terbarunya, namun adanya kasus penipuan yang memanfaatkan WhatsApp sebagai medianya.

Terkait kasus tersebut, Breakingnews.co.id akan memberikan sedikit informasi tentang beberapa modus penipuan yang terjadi di aplikasi WhatsApp. Dengan adanya informasi ini, kami berharap kalian bisa lebih hati-hati dan terhindar dari kasus penipuan. Berikut ini adalah beberapa modus penipuan yang terjadi di WhatsApp:

1.Arisan Whatsapp

Yang pertama ini adalah kasus Arisan Whatsapp. Kasus ini sendiri baru saja terjadi pada awal tahun ini, dimana kasus penipuan online ‘Mama Yona’ berhasil menipu sekitar 600 anggotanya dengan total kerugian mencapai Rp 15 Miliar. Dan yang paling baru terungkap 10 November 2018 kemarin, dimana telah membuat 253 peserta arisan kehilangan uang puluhan juta.

2.Rekrutmen Perusahaan

Kedua, setidaknya ada 128 orang dilaporkan menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan salah satu perusahaan besar di Indonesia. Para korban ini disatukan dalam sebuah grup Whatsapp oleh seorang admin yang kemudian hilang tanpa jejak. Korban diminta datangke Stasiun Gambir dengan naik kereta Argo Lawu tujuan Yogyakarta, selain korban juga diminta menyetor uang kisaran Rp 5-10 juta.

3.Pinjam Uang

Nah yang ketiga, penipuan di Whatsapp yang ini sudah sering terjadi belakangan ini. Dimana ada modus penipuan yang menggunakan sebuah akun Whatsapp palsu, lalu para pelaku ini menyamar sebagai saudara atau rekan dari korban.

Pelaku nampak meyakinkan karena menggunakan foto profil dan informasi kontak dari orang tersebut. Setelah itu pelaku menyebarkan pesan yang intinya meminjam uang dengan iming-iming bakal diberikan komisi nantinya waktu pengembalian.

4.Undian Berhadiah

Ada juga penipuan berkedok undian berhadiah yang mengatasnamakan Whatsapp. Penipu ini menawarkan hadiah yang menarik mulai dari mobil hingga rumah. Perlu diketahui, jika Whatsapp saat ini tidak berdiri sebagai badan hukum PT (Perseroan Terbatas) di Indonesia, untuk mencegah bertambahnya korban, maka sebaiknya anda tidak mengklik tautan yang disebarkan.