JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres di sela-sela KTT ASEAN, Senin (13/11/2017) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo. Pada awal pertemuan, Sekjen Guterres menyampaikan apresiasi kepada peranan Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Baik Jokowi maupun Guterres juga memiliki kekhawatiran yang sama perihal krisis kemanusiaan di Rakhine State. Presiden serta Sekjen PBB setuju untuk terus berusaha membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State.

"Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari rilis resmi Sekretariat Presiden, Selasa (14/11).

Selain itu, Presiden Jokowi serta Sekjen PBB membicarakan pentingnya segera diselesaikan MOU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh. "Penyelesaian MOU sangat penting artinya bagi proses repatriasi," kata Presiden Jokowi.

BREAKINGNEWS.CO.ID