BREAKINGNEWS.CO.ID -Guru SMP berinisial MIK (38), buzzer atau penyebar pesan hoax 7 konteiner surat suara tercoblos di media sosial mengaku membuat narasi kalimat postingan di akun twitternya atas inisiatif sendiri. Dari pemeriksaan MIK mengaku sebagai salah satu pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Pesan hoax itu disampaikannya secara sengaja dengan maksud memberitahukan kepada para tim pendukung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 tentang informasi tersebut. MIK mengatakan tak ada maksud atau motif lain kecuali memposting saja secara iseng.

Tapi polisi tidak percaya begitu saja. Karenanya, MIK masih diperiksa intensif di Polda Metro Jaya. Dia sempat mentions (meminta dukungan) pesan hoax itu ke akun twitter Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar Simanjuntak dan memintanya menindaklanjuti. "Akun twitter atas nama chiecilihie @chiecilihie80 menuliskan kalimat, mention ke akun twitter @dahnilanzar," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019).

 

Dalam pemeriksaan awalnya MIK tak mengaku pada polisi kalau dia yang membuat narasi tersebut Dia berdalih itu merupakan dari akun medsos lain, namun ketika diminta menunjukkan dia tidak bisa. "Setelah informasi tersebut viral, tersangka menghapus postingannya dari akun twitter miliknya," katanya.

Ditangkapnya MIK dengan demikian polisi telah berhasil menjaring sebanyak 5 pelaku penyebar pesan hoax terkait 7 kontener surat suara tercoblos yang dikabarkan terparkir di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Lima pelaku penyebar pesan hoax yang telah diamankan polisi adalah MIK, J, HY, LS dan BBP. Kelimanya ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.