BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo meminta Komisi VIII DPR RI mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan langkah-langkah antisipatif yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan masyarakat. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi peristiwa meletusnya Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, Provinsi Lampung. Gunung tersebut sudah meletus sebanyak 56 kali hingga 99 kali dalam sehari dengan status waspada (level II). 
 
"Mengingat posisi Anak Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda banyak dilalui oleh kapal-kapal dagang maupun kapal penumpang serta kapal ferry untuk penyeberangan ke Pulau Jawa atau Sumatera serta keamanan warga yang berada di pesisir Banten dan Lampung," ujar Bambang di Jakarta, Jumat (13/7/2018). 
 
Bambang juga meminta Komisi VIII DPR RI mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyiagakan Satgas Taruna Bencana (Tagana) dalam mengantisipasi kondisi Gunung Anak Krakatau dengan status waspada tersebut. 
 
Selanjutnya Bambang meminta Komisi V DPR RI mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk selalu mengupdate dan memberikan informasi kepada warga tentang situasi dan kondisi status Gunung Anak Krakatau itu. Apakah letusan tersebut berpotensi menimbulkan gempa ataupun tsunami. 
 
"Mendorong Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut) agar memberikan peringatan dini terhadap kapal-kapal yang akan melalui perairan Selat Sunda," jelasnya. 
 
Dengan demikian Bambang mengimbau masyarakat dan pendaki dan pengunjung atau wisatawan agar tidak berada atau pun tidak melakukan pendakian. 
 
"Serta tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 1 km dari Kawah Puncak Gunung Anak Krakatau, guna mewaspadai potensi bahaya lainnya," tukasnya.