BREAKINGNEWS.CO.ID - Google memberikan pengaturan privasi dan keamanan yang lebih mudah dan aman bagi penggunanya, pembaruan tersebut untuk memberikan pengaturan privasi dan keamanan yang lebih mudah bagi pengguna akun Google. Head of Communications Google Indonesia Jason Tedjasukmana menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan data pengguna.

"Privasi dan keamanan data telah menjadi topik penting di seluruh dunia. Hal ini terbukti dengan lebih dari 20 juta mengunjungi akun Google setiap harinya untuk memastikan keamanan data mereka, dengan kebutuhan dan masalah yang berbeda," ujar Jason dalam keterangan resminya, Jumat (22/6/2018).

Pembaruan Akun Google dari myaccount.google.com ini meliputi fitur baru yang mempermudah navigasi, setelan keamanan dan privasi yang lebih baik. Serta histori aktivitas yang detil, mulai dari data pribadi, perangkat, metode pembayaran, pembelian, subscriptions, reservasi dan kontak.

Pembaruan Google, kata Jason, sudah mulai digunakan pengguna Android mulai dan akan menyusul dalam waktu dekat untuk iOS dan website. Akun Google kini menghadirkan fitur pencari, sehingga pengguna dapat menemukan pengaturan yang diinginkan dengan mudah atau mengunjungi pusat bantuan dari pakar komunitas.

"Akun Google kini memungkinkan pengguna untuk menemukan pengaturan kontrol aktivitas dan tab data serta personalisasi, kemudian memilih jenis aktivitas data yang tersimpan di akun," kata dia.

Privacy dan security checkup secara berkala perlu dilakukan. Dengan versi terbaru di akun Google, Google akan memberikan notifikasi apabila mendeteksi sesuatu yang mencurigakan seperti menghapus data akun di perangkat lama. Atau menghapus aplikasi mencurigakan yang sebelumnya memiliki akses ke data pengguna.

Melalui pembaruan ini, Jason berujar, Google terus berkomitmen untuk memberikan kontrol terhadap pilihan keamanan yang dibutuhkan bagi penggunanya. "Google kian membangun dan menyempurnakan tools yang ada agar mudah dipahami, melindungi, dan mengontrol informasi pengguna," tambah Jason. "Harapannya, Google dapat terus membantu pengguna dan memaksimalkan pengalaman pengguna di Internet".

Dalam hal keamanan pada Play Store google juga menambahkan keamanan Metadata Digital Rights Management (DRM) ke semua Aplikasi Android. Sekumpulan kecil metadata itu dirancang untuk memastikan aplikasi asli dan berasal dari Play Store atau sumber lain yang telah disetujui.

Dengan kata lain, itu merupakan Digital Rights Management (DRM). Tapi Google berencana meningkatkan keamanan platfrom Android dengan mempersulit aplikasi palsu atau mereka yang memiliki kode berbahaya untuk dipasang.

Seperti dilansir dari Slash Gears, Senin (25/6/2018), metadata diaplikasikan untuk semua aplikasi dari pengembang yang menggunakan APK Signature Scheme. Dan, Android pada akhirnya akan mengharuskan data itu ada di aplikasi yang dipasang.

Google menjelaskan, metada memungkinkan aplikasi diverifikasi sekalipun bukan berasal dari Play Store dan menambahkannya ke perpustakaan aplikasi pengguna. Artinya, pembaruan nanti bisa berasal dari sumber resmi.

Perubahan baru Play Store bisa membuat pengguna Android merasa yakin mendapatkan aplikasi nyata yang telah disetujui Google. Karena metadata masih DRM, tentu ada alasan untuk tetap khawatir.

Metada memberikan kontrol lebih kepada pengembang tentang bagaimana dan kapan aplikasi digunakan. Misalnya, mengubah string metadata bisa memaksa pengguna untuk memperbarui ke versi baru seperti yang sekarang, termasuk iklan, bukannya menempel dengan versi sebelumnya.