BREAKINGNEWS.CO.ID- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus yakin Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin tidak memiliki kendala apapun untuk menghadapi debat ke tiga pada 17 Maret nanti. Pasalnya kata Lodewijk, debat ketiga yang mengangkat tema Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Sosial dan budaya merupakan rutinitas yang dilakukan M'ruf Amin setiap hari.
 
"Pak Ma'ruf Amin seharusnya tidak ada hambatan (dalam debat ketiga). Karena sehari-hari itu yang dilakukannya," ujar Lodewijk dalam sambutanya saat membuka Seri Diskusi Balitbang Partai Golkar, menjelang debat ke 3 Pilpres bertajuk "Pendidikan, Kesehatan, Ketenaga Kerjaan, Sosial dan Budaya" di DPP Golkar Jakarta Barat, Kamis 14/3/2019).
 
Lodewijk menambahkan, pendidikan merupakan hal yang penting menjelang era 4.0 ini. Jika sistem pendidikan Indonesia memiliki kualitas yang bagus, maka akan mendorong terwujudnya kesehatan dan sosial budaya yang bagus. Selain itu, jika kualitas pendidikan bagus, juga akan menciptakan SDM yang bagus pula.
 
"Pendidikan, Indonesia memasuki era 4.0. Faktor pendidikan sangat penting bagaimana menyiapkan SDM yang mumpuni. Ini berkaitan dengan tenaga kerja, dan sosial budaya akan berpengaruh," ujarnya.
 
Pada kesempatan itu, Lodewijk juga menyinggung tentang ciri-ciri partai politik yang modern. Menurutnya, ada empat ciri parpol modern, pertama kualitas dan kuantitas kader yang mempuni. Partai Golkar, kata dia, telah memiliki banyak kader yang berkualitas.
 
Kedua, memiliki ide dan gagasan. Ia menuturkan, ide dan gagasan Golkar dalam membangun Indonesia tak perlu lagi diragukan. Sebab, sudah banyak gagasan-gagasan yang disampaikan Golkar dalam membangun NKRI. "Kemudian ketiga, bergerak pada sistem. Partao Golkar sudah kesana, bergantung pada siapun.
 
Ciri parpol modern keempat, memiliki sumber dana yang jelas. "Kami telah bertemu dengan KPK bagaimana pendanaan 19 miliar pertahun, nanti akan bergerak sampai 50.000 pertahun persatu suara. Dengan seribu sudah menerima 19 miliar. Artinya, partai akan bergerak pada sumber dana yang resmi. Tapi intinya bagaiman pemerintah membangun kesadaran berpolitik," pungaksnya.