BREAKINGNEWS.CO.ID - Rasa duka mendalam dirasakan oleh seluruh keluarga besar Partai Golkar. Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, salah satu tokoh panutan, guru, sekaligus Ketua Penasehat Partai Golkar telah berpulang kembali ke Rahmatullah.  Presiden RI ke-3 meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta (11/9/2019) pukul 18.05 WIB dalam usia 83 tahun. 

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta seluruh kader Golkar di Tanah Air untuk memberikan penghormatan terakhir dengan mengibarkan Bendera setengah tiang di rumah masing-masing. Beliau mengingatkan bahwa peran BJ. Habibie dalam masa Reformasi tidak bisa dilepaskan dalam perjalanan Partai Golkar menuju Partai yang modern dan reformis.

“Kami sangat berduka dan berjanji untuk terus melanjutkan cita-cita Bapak BJ. Habibie membangun Indonesia yang maju dan berdaulat” Demikian Airlangga dalam kalimat dukanya malam ini.

Menurut Airlangga, almarhum adalah salah satu Teknokrat yang sangat memahami politik, dan tentunya salah satu pelopor Teknopol ; Teknologi Politik. Habibie telah menginspirasi para politisi, teknolog, para pendukung kebijakan hilirisasi dan nilai tambah manufaktur, para Insinyur Indonesia bahkan dunia.

Pendekatan Teknologi untuk kesejahteraan merupakan filosofi yang relevan untuk terus dilanjutkan. "Bapak Presiden Jokowilah yang mampu mengimplementasikan hal itu pada periode pertama pemerintahannya dengan pembangunan infrastruktur, hilirisasi mineral serta di fasilitasinya merk nasional dalam berbagai produk manufaktur nasional. Ekosistem teknologi dibangun seperti digital ekosistem, IR 4," ungkap Airlangga.

Semasa hidupnya Habibie dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan Partai Golkar. Almarhum selalu hadir dalam acara-acara penting Partai Golkar. Terlebih almarhum selalu memberikan sumbangan pemikiran untuk Golkar agar menjadi partai yang modern dan selalu amanah terhadap kepentingan rakyat.

Kepeduliannya terhadap pembinaan sumber daya manusia, telah menginspirasi generasi muda Partai Golkar. Salah satu pesannya kepada generasi muda di Golkar yang terus melekat adalah: "Kita sadar akan pentingnya sumber daya manusia dalam membangun sistem politik yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan manusia Indonesia," pesannya kepada kaum muda Partai Golkar.

Kini almarhum telah mendahului untuk berpulang ke Rahmatullah. Namun jasanya tak akan terlupakan. Bahkan pesan dan semangatnya untuk Partai Golkar akan abadi dan memotivasi setiap insan.