Las Vegas --Ford akan menjadi perusahaan mobil terbaru yang ingin mengantarkan belanjaan Anda ke mobil yang bisa berjalan sendiri. Pabrik mobil tersebut mengumumkan pada Selasa (9/1/2018) sebuah kemitraan dengan Postmates, layanan pengiriman dari Silicon Valley, untuk menguji pengiriman di mobil penggerak sendiri.  

Meskipun banyak rincian seputar kemitraan yang tidak Dijelaskan secara rinci - seperti kapan dan dimana pengiriman akan berlangsung - perusahaan mengatakan bahwa pelanggan Postmates akan dipilih secara acak untuk menerima pengiriman melalui mobil yang mengemudikan sendiri.

Perusahaan juga tidak menjelaskan bagaimana calon pelanggan Postmates akan menerima pengiriman - akan ada seseorang di dalam mobil - namun mengatakan pengguna akan mengikuti instruksi yang diberikan melalui aplikasi ini.

Pengujian dijadwalkan dimulai pada akhir Maret. Postmates memiliki pelanggan di 250 kota dan lebih dari 120.000 kontraktor pengiriman. Daya tariknya menawarkan pengiriman sesuai permintaan kepada pelanggan yang kekurangan waktu.

Langkah Ford adalah contoh terbaru dari pembuat mobil yang ingin memanfaatkan peluang bisnis baru dari pertumbuhan kendaraan otonom. Suatu hari sebelumnya, Toyota menggoda self-driving Pizza Hut dan kendaraan Amazon yang dirancang untuk melakukan pengiriman dan berfungsi sebagai mobile store.

Bagi Ford, ini menyoroti kepentingannya dalam operasi kota. Ini juga mengumumkan bahwa pihaknya bekerja dengan perusahaan nirkabel Qualcomm mengenai teknologi yang memungkinkan kendaraan berkomunikasi dengan mobil, pejalan kaki, pesepeda dan lampu lalu lintas lainnya.

Dengan menghubungkan elemen-elemen ini, Ford meyakini kemacetan bisa turun dan kota akan berfungsi lebih baik. Sinyal lalu lintas akan tahu kapan kendaraan mendekat, dan lampu lalu lintas bisa bereaksi sesuai, memastikan pengemudi tidak perlu ditahan di persimpangan.

Di atas panggung pada acara tersebut, direktur eksekutif Ford Don Butler mendemonstrasikan bagaimana sebuah kendaraan otonom dapat disadari jika pengemudi sakit dan menarik ke sisi jalan sebelum memberi tahu pihak berwenang.

Namun teknologinya akan menambah beban baru bagi pejalan kaki dan pesepeda. Mereka perlu membawa smartphone mereka setiap saat agar kendaraan otonom mengidentifikasi mereka.

"Seorang pejalan kaki yang dilengkapi dengan ponsel bisa mengirim sinyal ke kendaraan, menyoroti lokasi mereka untuk mobil yang mungkin belum bisa mendeteksi seseorang di tempat lain," kata Butler dalam sebuah pos terkait di Medium.