BREAKINGNEWS.CO.ID -   Vakum cukup lama dari aktifitas produksi film layer lebar, kini  Layar Production kembali hadir dengan kreasi baru dan meramaikan dunia hiburan tanah air. Dengan manajemen baru rumah produksi yang telah  melahirkan berbagai sinetron ini, kembali hadir lewat film bioskop perdana, dengan judul Film 11:11 Apa Yang Kau Lihat?.

Dengan genre horor dan terinspirasi mitos angka 11:11:11, yang disebut-sebut sebagai gerbang neraka, film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? akan di produksi bersama antara Layar Production dan Cinema Delapan. "Mengapa kita pilih bikin film horor, karena genre ini memang lagi laris di bioskop. Namun dalam pengemasannya kita garap berbeda dari film horor sebelumnya. Tepatnya di film ini, akan kita sajikan horor dalam laut, yang menegangkan dan akan memaksa menguji adrenalin penonton dari awal hingga akhir cerita," terang Eksekutif Produser Fitrin Hapsari Sukainah  saat berbicara kepada media di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

 "Walau genrenya horor tapi mata penonton akan kita manjakan dengan keindahan panorama alam dalam laut, serta pantai- pantainya yang keren," sambung Fitrin, dimana film ini, akan suting mulai awal July ini, dengan lokasi di Lampung dan Jakarta”.

Didukung dengan nama-nama artis yang mumpuni dan tim kerja yang kreatif dan profesional, Fitrin optimis film 11:11 Apa Yang Kau Lihat?, yang direncanakan akan tayang di bioskop pada Nopember mendatang, akan memikat hati penonton film nasional.

Sinopsis

Di sebuah laut di lepas pantai Tanjung Biru, bulan purnama menyinari. Tampak sebuah kapal misterius. Dua orang perampok duduk di atas kapal. Mereka melihat jam dengan gelisah. Tampak jam menunjukkan 11:11. Sekarang saatnya mereka menyelam. Tanpa mereka sadari, jam mereka berhenti berdetak di jam 11:11. Setelah mereka menyelam, mereka seperti hilang ditelan laut. Begitu pula seorang wanita bernama Dewi yang memiliki seorang anak bernama Galih, yang menjadi penjaga situs di Tanjung biru.

10 tahun kemudian... Galih, sekarang adalah seorang mahasiswa, Galih senang mengunjungi berbagai lokasi di Indonesia untuk diving dan mendalami kecintaannya terhadap laut. Galih adalah anak dari Dewi seorang aktivis konservasi alam yang menghilang saat sedang melakukan pekerjaannya. Satu-satunya peninggalan ibu Galih yang masih tersisa, adalah sebuah Kalung etnik dengan simbol yang unik.

Galih memiliki 3 sahabat, mereka adalah Martin, seorang cowok tampan petualang; Ozan, yang ceroboh dan selalu ingin tahu; dan Vania, seorang gadis vlogger  cantik dan memiliki kesamaan hobi yakni, Diving.

Suatu hari Martin mengajak mereka ke sebuah situs misterius di daerah Tanjung Biru, berdasarkan peta yang ditemukannya. Dari sinilah petualangan ke 4 anak muda ini dimulai dengan beberapa kejadian misterius yang konon pulau tersebut, dihuni para siluman laut, hingga mereka dapat memecahkan misteri dari situs kapal di daerah Karang Hiu di kepulauan Tanjung Biru, Lampung.