BREAKINGNEWS.CO.ID - Festival Keraton Nusantara XII yang berlangsung Kamis (29/11/2018) memberi warna tersendiri dalam Festival Pesona Budaya Minangkabau 2018 di kota Batusangkar, kabupatenTanah Datar. Festival yang menampilkan kirab raja-raja Nusantara ditambah raja negeri tetangga, Malaysia dan Bunei itu berlangsung meriah dan membuat kagum masyarakat yang menyaksikan. Ya, mereka kagum sekaligus bangga betapa Indonesia kaya akan seni budaya.

"Kirab ini diikuti tak kurang dari 60 raja beserta permaisuri dan pengawal mereka. Dari acara ini kita jadi mengenal bagaimana pakaian dan budaya adat raja- raja di Nusantara," ujar tuan rumah Tuanku Mudo Istano Silinduang Bulan Kerajaan Pagaruyuang Darul Qarar, Sutan Muhammad Yusuf  di Batusangkar, Kamis (29/11/2018).

Festival Keraton Nusantara ini telah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan telah menjadi salah satu event pariwisata nasional. Tahun ini raja-raja yang hadir diantaranya Raja Sumedang, Raja Riau, Cirebon, kesultanan Surakarta, kasultanan Langkat, Deli Serdang, Pelalawan, raja-raja di Minangkabau, Palembang, Bulungan dari Kalimantan Utara, Kadatuan Luwu Sulawesi Selatan dan banyak lagi.

Pada Kirab Prajurit ini  juga ditampilkan pencak silat dari Tanah Datar di hadapan Raja dan Permaisuri serta tamu undangan dan juga penonton. Tampak penonton antusias menyaksikan kirab Prajurit dengan mengabadikan beberapa momen terbaik. "Festival Keraton Nusantara ini  dimaksudkan untuk memperkenalkan serta menarik minat wisatawan untuk lebih mengenal keraton yang ada di Nusantara beserta budaya dan kesenian masing-masing keraton," kata Muhammad Yusuf. Acara ini, kata Yusuf, juga  bertujuan untuk menjalin silahtuurahmi antara Raja keraton yang ada di Nusantara maupun negara tetangga. Kirab berlangsung meriah dan menarik untuk disaksikan. Tak hanya kirab raja-raja Nusantara, dalam event ini juga ditampilkan fashion show. Ratusan tamu dan undangan terdiri dari raja-raja se-Nusantara dan perantau Minang terpukau oleh penampilan puluhan model yang menampilkan pakaian khas Minangkabau dalam ajang Fashion Show Authentic Minangkabau di Hotel Emersia, Kamis (29/11) malam.

Riza Rozana perancang busana Tanah Datar menyampaikan, dalam Fashion Show Authentic Minangkabau, para model memerankan perempuan yang ramah tamah, suka berdagang dan bersilaturrahmi.

"Perempuan Minang itu harus jadi perempuan zaman now yang tak meninggalkan budaya. Perempuan yang ada di Pasar Van Der Capellen, Kota Batusangkar adalah salah satu inspirasi saya dalam membuat karya ini, makanya properti dalam fashion show ini dibuat seperti suasana Pasar Van Der Capellen," ujar perancang asli Tanah Datar yang karyanya sudah tampil di berbagai kota di Asia dan Eropa ini.

Riza memaparkan, ada 12 karya  yang ditampilkan, yaitu pakaian dengan kombinasi Songket Lintau dan Batik Pariangan. Karya ditampilkan dengan nuansa etnik dengan harapan memperkenalkan pakaian produk Tanah Datar yang sedang menggeliat.

Sementara itu di tempat terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Festival Pesona Budaya Minangkabau 2018 yang di dalamnya juga ada Festival Keraton Nusantara akan memberi dampak positif bagi pariwisata Sumbar khususnya dan juga pariwisata Indonesia. Sebab meski digelar di Sumbar, namun budaya yang diangkat bukan hanya budaya Minang tetapi ada juga budaya lain yang ikut memeriahkan festival keraton. Terlebih ada perwakilan tamu dari kesultanan yang ada di Brunei dan Malaysia. "Wisman sudah pasti terlibat dalam kegiatan ini. Sebab, melibatkan negara tetangga sebagai peserta. Ini luar biasa. Secara pariwisata, Sumbar sangat terangkat," jelas Arief.

Apa yang dikatakan Pak Menteri memang benar adanya. Ini tampak di lapangan saat beberapa tamu dari Brunei dan Malaysia ikut antusias menyaksikan event ini. Tak hanya itu, beberapa wisman dari Eropa juga terlihat mengabadikan moment budaya ini. Seperti Hans Peter, wisman asal Swiss yang tampak bersemangat dengan kameranya membidik angel-angel menarik dari event ini. "Luarbiasa, sungguh menakjubkan," ujar wisman yang mengaku sudah tiga kali ke Sumbar tapi baru kali ini menyaksikan Festival Pesona Budaya Minangkabau.