BREAKINGNEWS.CO.ID - Striker naturalisasi, Ezra Walian akhirnya mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23. Pemain RKC Wallwijk itu hadir dalam latihan pagi di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2019). Kehadiran Ezra sangat dinanti-nanti oleh sang pelatih Indra Sjafri.

Sejak persiapan Timnas Indonesia U-22 berlaga di Piala AFF U-22 Februari 2019 di Kamboja, Ezra masuk dalam jajaran pemain yang ingin diseleksi Indra untuk mengisi skuat utama Garuda Muda. Apalah daya, gayung tak bersambut, kesempatan hilang begi Ezra untuk mengenakan lambang Garuda di dada.

RKC Wallwijk urung memberikan izin kepada dirinya. Sebabnya, selain kemampuannya yang dibutuhkan tim, agenda Piala AFF U-22 tak masuk ke dalam kalender FIFA, artinya klub boleh tidak mengizinkan pemainnya untuk kembali ke negaranya. Kini, waktu dan tempat dipersilahkan untuk Ezra dari Indra Sjafri.

Pemain 21 tahun itu diharapkan dapat menunjukkan kualitasnya. Supaya. Indra tak salah memboyongnya ke Vietnam untuk tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 22-26 Maret 2019. Indra sebelumnya mengaku sempat kesulitan untuk mencari informasi tentang dirinya selama bermain di Belanda.

Memang, kerja sama antara dirinya dengan Indra Sjafri baru terjalin kali ini dan untuk pertama kalinya. Ezra pun mengaku siap memberikan yang terbaik. "Berlatih sangat keras, dan menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Ini adalah kali pertama saya bekerja dengannya. Kemarin saya ketemu dengannya, dan kami saling berdiskusi satu sama lain, saya harap saya bisa berkembang di bawah asuhannya," kata Ezra selepas latihan.

Di posisinya sebagai juru gedor, Ezra memiliki saingan yang tidak bisa dibilang mudah. Sebelumnya, Indra Sjafri membawa dua striker yaitu Dimas Drajad dan Marinus Wanewar. Keduanya mampu unjuk gigi dan membayarnya dengan raihan juara. Bahkan, Marinus dinobatkan sebagai top skorer dengan koleksi tiga golnya. Selain itu, Egy Maulana Vikri juga bisa menjadi saingannya, tak jarang pemain yang kini berlaga di Liga Polandia bersama Lechia Gdansk itu dipasang sebagai striker.

Masalahnya adalah, masih tentang Indra Sjafri. Sang pelatih juga menyebut bahwa dirinya sudah mengetahui karakter dan kualitas Egy. Hal itu terjadi ketika keduanya bekerja sama di level Timnas U-19. Menyikapi itu, Ezra tak memandang bahwa itu adalah persaingan yang harus dicemaskan.

Menurutnya, tugas utama dirinya saat ini adalah mengeluarkan segenap kemampuannya untuk meyakinkan keragu-raguan Indra Sjafri. "Yang saya lihat para penyerang di tim adalah penyerang yang bagus, dan itu baik untuk tim. Saya kira semua mampu bermain baik, dan mereka juga memiliki kemampuan uniknya masing-masing, dan saya senang berada di antara para penyerang seperti itu," tuntasnya.