BREAKINGNEWS.CO.ID - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan langkah terobosan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah dengan menggelar Liga Pora OPUD (Olahraga Prestasi Unggulan Daerah). Ajang yang bertujuan untuk menggali potensi atlet daerah ini disambut antusias oleh para atlet di daerah. Seperti pada edisi perdana September lalu, edisi kedua Liga Pora OPUD II 2019 yang diselenggarakan pada November 2019 ini, jumlah peserta juga membludak.

Event yang mengusung tema "Mengantarkan Prestasi Olahraga Daerah Menuju Dunia" ini yang mempertandingkan lima cabang olahraga yang terdiri dari empat cabor olimpik yaitu atletik, panahan, panjat tebing dan angkat berat serta satu cabor non-olimpik yang sudah mendunia prestasinya yakni pencak silat.

Kepala Bidang Olahraga Prestasi Olahraga Kemenpora, Risdiamon melalui Kepala Sub Bidang Pengembangan Olahraga Prestasi Daerah, Yuslan Kisra mengatakan penyelenggaraan Liga Pora OPUD bertujuan menggali potensi atlet daerah lewat ajang kompetisi.

"Indonesia memiliki potensi atlet handal yang melimpah. Hanya saja potensi tersebut khususnya para atlet di daerah terkendala karena masih kurangnya jumlah kejuaraan atau kompetisi. Kalau hanya latihan dan latihan saja kan lama-lama bisa menimbulkan kebosanan dalam diri atlet. Dan mereka tidak bisa mengukur sejauh mana kemajuan yang dicapai setelah menjalani latihan," tutur Yuslan Kisra di sela-sela penyelenggaraan Liga Pora OPUD II cabor pencak silat di GOR Serbaguna Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut, Rabu (27/11/2019).

"Karena itu, Kemenpora melalui Deputi IV Prestasi dan Olahraga khususnya Bidang Pengembangan Olahraga Prestasi Daerah berinisiatif untuk menggairahkan kompetisi di tingkat daerah dengan menggelar Liga Pora OPUD," tambahnya.

Dengan mengikuti kompetisi yang intens dan berkesinambungan, sambung Yuslan, diharapkan dapat para atlet di daerah dapat meningkatkan kualitas teknik, fisik dan menambah pengalaman bertanding.

"Kita harapkan kelak para atlet yang tampil di Liga Pora OPUD dapat bersaing dan berprestasi di tingkat nasional dan internasional," tambahnya.

Yuslan lebih lanjut menjelaskan untuk penyelenggaraan Liga Pora OPUD, Kemenpora telah menunjuk lima provinsi sesuai cabor yang dipertandingkan. Cabor atletik dipertandingkan di Nusa Tenggara Barat, panahan di Jawa Timur, panjat tebing di DI Yogyakarta, angkat berat di Jawa Barat dan pencak silat di Sumatera Utara.

Yuslan mengapresiasi antusiasme para atlet daerah untuk mengikuti Liga Pora OPUD seperti yang terlihat di GOR Serbaguna Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut.

Selain menyediakan medali bagi para atlet yang meraih gelar juara, runner up dan peringkat tiga, Kemenpora juga menyiapkan hadiah uang pembinaan bagi tiga tim yang berhasil menempati tiga peringkat teratas dalam perolehan medali di lima cabor yang dipertandingkan juga mendapat hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 7,5 juta (juara umum), Rp 5 juta (peringkat dua) dan Rp 3 juta (peringkat tiga).