BREAKINGNEWS.CO.ID - Dugaan korupsi pada proyek rehabilitasi 119 sekolah di DKI Jakarta muncul dari temuan Inspektorat DKI yang menunjukkan adanya ketaksesuaian pembangunan sekolah jika dibandingkan dengan perencanaan awal. Kasus itu kini tengah diperiksa pihak Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengemukakan, pihaknya tengah mengusut kasus itu. "Awalnya ada temuan dari Inspektorat DKI," kata Adi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (13/7/2018).

Adi mengemukan akan menggali keterangan lebih dalam terkait adanya ketaksesuaian pada proyek rahabilitasi 119 pembangunan sekolah jika dibandingkan dengan perencanaan awal. "Ada hal yang mungkin tidak sesuai dengan speknya kali. Temuan itu ditindaklanjuti oleh kami untuk mendalami apakah memang temuan inspektorat itu ada indikasi tindak pidana korupsi," lanjut dia.

Saat dihubungi secara terpisah Kepala Inspektorat DKI Jakarta Michael Rolandi menyatakan, hasil audit terkait kasus dugaan korupsi pada sekolah yang direhabilitasi memang menunjukkan adanya kejanggalan. Michel menyatakan, hasil pekerjaan ada yang berbeda dengan kontrak. "Ada yang belum cocok, ada yang belum sesuai," kata Michael kepada wartawan.

Ada sebanyak 36 temuan yang diaudit Inspektorat DKI selama beberapa hari terakhir. Total, ada 119 sekolah yang proyek rehabilitasi yang terindikasi bermasalah.

Adapun adanya unsur kesengajaan dalam kejanggalan yang ditemukannya, Michael mengatakan perlu pemeriksaan lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang terlibat, dari proses pengadaan hingga pembangunan.

Penyidik dari Polda Metro Jaya masih mengusut dugaan korupsi proyek rehabilitasi 119 sekolah itu. Rehabilitasi berat 119 sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA itu menggunakan APBD 2017, yang dianggarkan Suku Dinas Pendidikan masing-masing wilayah di DKI Jakarta.

Adapun rehabilitasi berat yang dimaksud yakni perbaikan sekolah pada bagian pagar, plafon, kusen, dan lainnya. Total anggaran untuk perbaikan seluruh sekolah itu mencapai Rp191 miliar.

Hal senada juga diutarakan Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Susie Nurhati.  "Saat ini Inspektorat sedang turun (menyelidiki indikasi korupsi rehabilitasi sekolah)," katanya.

 Susie menyebut ada 119 sekolah yang masuk proyek rehabilitasi. Namun dia enggan menjabarkan sekolah yang mengikuti program rehabilitasi. "Banyak, ada 119. Saya nggak tahu (sekolah mana saja). Jadi begini, itu ada di Sudin (Suku Dinas Pendidikan). Yang mengusulkan Sudin dan yang melaksanakan Sudin," ujar Susie.

Anggaran rehabilitasi sekolah itu dianggarkan dalam APBD DKI 2017. Di Jakarta Pusat, misalnya, sekolah yang masuk rehabilitasi antara lain SMAN 35, SMKN 16, SDN Duri Pulo 1. Adapun anggaran rehabilitasi 119 sekolah itu mencapai Rp 180 miliar.