JAKARTA - Sikap iseng kadang menguntungkan, namun lebih banyak ruginya. Apalagi jika isegnya merugikan orang lain, salah satunya melempar batu atau benda ke jalan tol. Gara-gara ini pula, TZ (17) dan H (15) terpaksa harus merayakan Hari Raya Lebaran di dalam penjara akibat ulahnya melempari pengendara mobil yang melintas di Tol Malaka, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Polisi tetap melakukan penahanan, meski usia kedua tersangka masih di bawah umur. "Meskipun anak dibawa umur tetap diproses dan melakukan penahanan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (13/6/2018).
Dalam pemeriksaan ini Tony menyatakan pihaknya akan akan melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia sllama proses pemeriksaan TZ dan H dilakukan.   "Meskipun ditahan, kami libatkan instansi yang terkait (KPAI) dengan anak," kata Tony.

Kapolres menilai aksi pelemparan batu ini merupakan perbuatan yang membahayakan nyawa pengguna jalan tol. Begitu berbahayanya, aksi pelemparan batu ini bisa berujung kecelakaan beruntun. "Tindakan sangat keji dan membahayakan keselamatan jiwa pengendara. Karena ini bisa berakibat sangat fatal, bisa timbulkan tabrakan beruntun maupun korban jiwa," kata Tony.

Terhadap siapapun yang melakukan perbuatan yang membahayakan atau mengancam keselamatan orang lain, Tony mengancam siap menindak tegas para pelaku yang masih berani menimpuki atau melempari batu dari atas JPO untuk mencelakai pengendara mobil. "Kalau kedapatan ada pelaku, kita tidak segan untuk tindakan tegas sampai melumpuhkan, kami ingatkan jangan main-main yang dapat berakibat fatal," kata Tony.

CCTV Jalan Tol

Tony mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur dan PT. Jasa Marga untuk memperbaiki fasilitas termasuk memperbanyak pemasangan kamera pengawas atau CCTV di ruas jalan tol. "Ada pagar jaring tapi ada lobang. Kalau jembatan itu sudah ada bolong tentu segera diperbaiki. Kita juga melakukan patroli baik terbuka dan tertutup. Ada beberapa tempat sudah ada CCTV tapi belum semua," tandasnya.

Atas perbuatannya, TZ dan H dijerat Pasal 170 (1) KUHP tentang Tindak Kekerasan Terhadap Barang dan Orang di Muka Umum dan Pasal 406 (1) KUHP tentang Pengrusakan dengan ancaman hukuman pidana di atas lima tahun penjara. Aksi pelemparan batu terjadi di JPO, Tol Malaka, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (12/6/2018) kemarin. Meski tak ada korban jiwa. Sebuah mobil Ford mengalami kerusakan di bagian depan akibat ulah pelemparan batu yang dilakukan TZ dan H.