JAKARTA - Dua dari Tiga pelaku Perampokan dan pembunuhan di Pulomas divonis mati oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, sedangkan seorang lagi terdakwa divonis pidana seumur hidup. Hakim Ketua Gede Ariawan mengemukakan hal itu dalam sidang pembacaan putusan yang digelar di PN Jakarta Timur, Selasa (17/10/2017).

"Menimbang bahwa para terdakwa telah terbukti secara hukum melakukan pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan maka Majelis Hakim memutuskan Ridwan Sitorus alias Ius Pane dan Erwin Situmorang pidana hukuman mati serta memutuskan Alfin Sinaga pidana hukuman seumur hidup," ujar Gede.

Vonis ini sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlebih dulu. Gede kemudian mempersilakan terdakwa untuk berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya terkait upaya hukum untuk menyikapi tuntutan itu.

Sesudah berkonsultasi, tim kuasa hukum memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis majelis hakim itu. "Kami merasa keberatan dengan putusan majelis hakim. Kami akan melakukan banding," ucap Djarot Widodo, salah seorang kuasa hukum terdakwa.

Ketiga terdakwa itu dapat dibuktikan melakukan kejahatan serta perampokan dan pembunuhan pada 26 Desember 2016 kepada enam orang yang disekap di dalam kamar mandi.

Korban yang meninggal dalam peristiwa itu yaitu Dodi Triono (59) pemilik rumah, dua anak Dodi bernama Diona Arika (16) serta Dianita Gemma (9), Amel yang merupakan teman dari anak Dodi, dan Yanto dan Tasrok yang merupakan sopir keluarga Dodi.

Mengenai korban selamat bernama Zanette Kalila (13), yang merupakan anak Dodi. Korban lain yang selamat yaitu Emi, Santi (22), Fitriani, serta Windy.