JAKARTA - Hingga saat ini, DPW PPP Sumatera Utara tetap kukuh dengan keputusannya menolak pasangan Dajarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus maju di Pilgubsu 2018. "Sampai detik ini kita menolak keputusan pusat," ujar Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, Jumat (12/1/2018).

Selain itu, dirinya juga mengatakan akan menunggu tindakan dari DPP sebelum menntukan sikap kedepannya. DPW PPP sendiri kemarin telah melakukan orasi dan meminta DPP bersama majelis syariahnya untuk turun dan datang ke Sumut untuk bertemu dengan anggota di Sumatera Utara.

Pertemuan tersebut diharapkan bisa memberikan tabayyun atau penjelasan mengapa DPP mengambil langkah yang tidak populer. DPW menyatakan pencalon Djarot-Sihar sama sekali tidak diprediksi oleh mereka sebelumnya sehingga pihak Sumut ingin meminta kejelasan dari pusat atas tindakan tersebut. "Kalau sebelum ada tabayun kita akan bersifat pasif. Kita akan diam dan tidak membuat kerusuhan karena ini sebenarnya persoalan internal tidak ada urusan dengan PDIP. PDIP itu sahabat kita," lanjut Yulizar.

DPP sendiri sampai saat ini masih belum memberikan tanggapan atas permintaan DPW Sumut .Menurutnya, permintaan itu sendiri baru diserahkan pada Kamis (11/1/2018) malam dan baru tadi pagi dibaca. "Yang perlu dikejar itu di Jakarta, sudah jelas bahwa Sumut meminta tabayyun dari DPP. Bagaimana tanggapan DPP?" ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPW PPP Sumut belum akan menggerakkan mesin partai mereka akibat perbedaan pendapat itu. DPW juga mengklaim ikhlas dan siap memenangkan pasangan calon (paslon) yang diusung PPP dan PDIP namun ketidak-sepakatan antara daerah dan pusat membuat mereka menolak keputusan tersebut.