BREAKINGNEWS.CO.ID-Musyawarah Nasional ke-10 Partai Golkar sudah di ambang pintu. Menghadapi panggung politik tertinggi dari partai beringin itu, pada 3-6 Desember di Jakarta, seluruh pemangku kepentingan makin serius mempersiapkan diri. Termasuk stakeholder partai di daerah. Salah satunya, DPD Tingkat II Golkar Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

"Sore nanti ada Rapat Pleno DPD Golkar Jatim yang diperluas, yang harus kami ikuti. Saya kira agenda utamanya adalah konsolidasi internal. Memantapkan sikap," ujar R.Firman Adi Soeryo B, SH. MH, Sekretaris DPD Kabupaten Nganjuk, Rabu (27/11/2019) pagi.

Firman Adi menjelaskan, seluruh pemilik suara dari DPD II Golkar Jatim tidak bergeming untuk memberikan dukungan kepada Airlangga Hartarto.

"Ada 38 suara dari DPD Golkar kabupaten dan kota. Satu suara dari DPD Provinsi. Insya Allah kami kompak, solid. Kami tidak terpengaruh oleh friksi-friksi yang terjadi menjelang munas ini. Itu hal biasa setiap kali menjelang acara pemilihan ketua, tidak hanya di pusat, namun juga di daerah," papar Firman Adi.

Dari sisi positif, adanya friksi membuktikan dinamisnya kader-kader partai. Kecintaan luar biasa pada partai. Namun, Firman menyayangkan jika friksi-friksi tersebut menjadi berlebihan yang pada akhirnya mengancam keutuhan partai.

"Kami di daerah saat ini cemas. Kami mendengar adanya ancaman munas tandingan. Kalau ada munas tandingan berarti Golkar sudah pecah," ungakp Firman Adi mengeluhkan.

"Perpecahan hanya mendatangkan kesengsaraan bagi partai. Kita sudah sering mengalami itu. Jangan sampai perolehan suara Golkar yang sudah baik di Pileg kemarin menurun lagi nanti. Kita tidak menghendaki itu. Jadi janganlah kita set back," tegas Firman Adi.

Airlangga Hartarto, yang baru memimpin Partai Golkar sejak akhir 2017, disebut Firman Adi sebagai tokoh yang mampu membawa Partai Golkar lebih besar. Airlangga Hartarto masih menjadi yang terbaik di antara calon-calon ketua umum lainnya. "Kami di daerah mendengar ada banyak calon. Semua calon pastinya baik. Tetapi yang terbaik adalah Pak Airlangga Hartarto," tegas Firman Adi.

Dia berharap adanya konsolidasi dan sekaligus rekonsiliasi di antara semua calon ketum, dengan merujuk pada pandangan umum dari DPD Tingkat I saat Rapimnas 14-15 November lalu. "Saya yakin pandangan teman-teman DPD Tingkat II tidak akan berbeda dengan DPD Tingkat I masing-masing. Kesepakatan untuk aklamasi juga bagian dari demokrasi," Firman Adi mengingatkan.