JAKARTA - Saat Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta meresmikan Masjid Al-Mubarokah di bekas kawasan Kalijodo, Jakbar, ia sempat teringat Ahok yang waktu itu menjadi Gubernur DKI sebelum ia digantikan. Mantan Wali Kota Blitar itu bercerita tentang pertanyaan Ahok kepadanya saat pembangunan mesjid tersebut.

"Dilakukan Pak Ahok bersama Pak Saefullah dan Pak Anas. Kok mandek lagi, nih. Pak Ahok tanya, 'Mas, itu kok Masjid Al-Mubarokah belum jadi,'" kata Djarot menirukan pertanyaan Ahok.

Turut hadir dalam acara yakni Sekda DKI Saefullah, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, dan Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie. Dengan peresmian masjid dan keberadaan patung 'Menembus Batas' ini Djarot merasa lega dan berharap warga Jakarta Barat dan Jakarta Utara mendapat berkah.

"Saya senang, Selasa, 3 Oktober, Jakarta Barat dan Jakarta Utara mendapat barokah. Kelurahan Angke, Jakarta Barat, mendapat Masjid Al-Mubarokah, bisa digunakan bersama-sama," kata Djarot.

"Jakarta Utara nanti juga tidak ketinggalan peresmian patung 'Menembus Batas', ada Tembok Berlin, ada empat keping yang terbesar di Asia Tenggara. Semua mendapat barokah di Jakarta Barat maupun Jakarta Utara," ujarnya menambahkan

Djarot juga berpesan pada Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi supaya membangun jembatan penyeberangan orang (JPO). Hingga dapat mempermudah akses anak-anak untuk menyeberang ke RPTRA Kalijodo, yang tempatnya berseberangan.

"Agar dibangunkan JPO menyeberang ke Kalijodo, supaya anak kita, warga ini, tidak menyeberang (sembarangan). Sebelum ada JPO, tolong dikasih zebra cross," pesannya.

Pada akhir sambutannya, Djarot juga mengatakan permintaan maaf pada warga. Pada akhir masa jabatannya itu, dia juga memintakan maaf untuk Joko Widodo dan Ahok bila selama menjabat jadi Gubernur DKI ada salah dan khilaf.

"Mohon maaf kalau dalam tutur kata saya, kalau ada salah khilaf, termasuk yang dilakukan Pak Basuki Tjahaja Purnama dan Joko Widodo. Mengucap bismillahirrohmanirrohim, Masjid Al-Mubarokah saya resmikan," tuturnya.

Peresmian Masjid itu ditandai dengan penandatanganan prasasti. Masjid itu terdiri atas dua lantai dengan luas bangunan 500 meter persegi. Masuk ke masjid, pengunjung langsung diarahkan ke lantai dasar masjid.

Di lantai dasar ada taman dengan beberapa pohon dan bunga. Di dekat taman juga ada aula serba guna untuk beragam kegiatan masjid. Tempat berwudu untuk salat juga ada di lantai bawah. Lantai atas merupakan ruangan utama masjid untuk jemaah menunaikan salat. Ruangan itu dihiasi beberapa kaligrafi ayat Alquran.