BREAKINGNEWS.CO.ID-Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko meminta seluruh masyarakat menghormati proses lelang tender sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) meskipun dikabarkan dua perusahaan lelang tender mengundurkan diri.

“Pokoknya gini ini proses pengadaan barang dan jasa, iya pengadaan barang dan jasa itu bersifat rahasia sampai dengan pengumuman tunggu aja proses tendernya,” pinta Sigit saat ditemui di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (17/1/2019).

Sementara itu terkait sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah menunggu kekuatan hukum dari Kejaksaan Agung dianggap hal biasa. Ia pun meyakini proses lelang ERP sudah memiliki kekuatan dan mampu diterapkan untuk tahun 2019 ini.

“Ya artinya gini kalau kita sih melihatnya beginilah apapun itu polusi itu man tetep harus kita yakinkan bahwa ini realeble dan resilent artinya bener bener bisa implemented gitu kan menjadi konsen,” ujar dia.

Rencananya, sistem ERP akan diterapkan pada ruas jalan protokol sepanjang 19.2 kilometer yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama, sistem ERP akan diterapkan dari Jalan Sisingamangaraja sampai Bundaran Hotel Indonesia. Namun pemberlakuan sistem ERP tahap kedua bergantung pada kemajuan pembangunan jaringan MRT fase II, dari Bundaran HI sampai Kampung Bandan.

Namun rencana itu nampaknya harus tertunda mengingat dua perusahan lelang tender mengundurkan diri. Dua perusahaan itu adalah Q-Free dan Kapsch TrafficCom karena merasa tidak mendapatkan kepastian dari proyek ERP sendiri. Ketidakpastian itu seperti sistem pembiayaan dan keuntungan yang diperoleh nanti.