BREAKINGNEWS.CO.ID - Semakin majunya teknologi setiap harinya menuntut masyarakat untuk menyesuaikan perkembangan tersebut. Salah satu yang menjadi favorit adalah smartphone yang memudahkan seseorang untuk mengakses apapun melalui jaringan internet, seperti mengunduh aplikasi pendukung maupun aplikasi untuk hiburan.

Hal ini cukup mempengaruhi dampak sosial yang terjadi di masyarakat. Tidak hanya dampak positif saja yang didapatkan tetapi dampak negatif pun bisa terjadi. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada aplikasi video bernama Tik Tok.

Melalui aplikasi tersebut setiap orang bisa membagikan dan menikmati hiburan dengan video yang mereka buat. Namun sayangnya, banyak yang menyalahgunakan aplikasi tersebut hingga banyak yang merugikan.

Seperti yang dialami seorang bocah bernama Bowo Alpenliebe, salah satu selebgram yang membuat gempar dunia Instagram karena menjadi seleb di aplikasi yang dianggap alay, ia pun ternyata mengadakan meet and greet untuk penggemarnya yang dikenakan tarif sekitar 80.000 rupiah.

Karena belum puas, beberapa fansnya yang terlalu fanatik malah sampai memposting hal di luar nalar di Facebook. Ada yang rela jual ginjal lah, bahkan sampai mau bikin agama baru.

Melihat kejadian ini beberapa orang tua pun mulai resah karena anaknya memaksa meminta uang untuk menghadiri acara si Bowo ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memutuskan untuk memblokir aplikasi Tik Tok yang saat ini sedang populer di Indonesia. Pemblokiran ini dilakukan sejak Selasa (3/7/2018).

"Iya betul, Tik Tok diblokir. Ada 8 DNS dari Tik Tok yang diblokir," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dalam pernyataan pada Selasa (3/7/2018).

Rudiantara menjelaskan pemblokiran dilakukan karena Tik Tok dianggap memuat konten negatif, terutama bagi anak-anak. Apalagi dengan banyaknya laporan yang masuk belakangan ini terkait dampak buruk Tik Tok.

Ia memaparkan Kominfo telah menghubungi pihak Tik Tok sejak Senin (2/7/2018) malam agar aplikasi tersebut melakukan pembersihan konten di dalam layanannya.

Meski begitu, Rudiantara membuka kemungkinan akses Tik Tok akan dibuka lagi jika layanannya sudah dibersihkan dari konten negatif.

"Sebenarnya platform live streaming seperti Tik Tok bagus untuk mengekspresikan kreativitas, namun jangan disalahgunakan untuk hal yang negatif. Setelah bersih dan ada jaminan untuk menjaga kebersihan kontennya, Tik Tok bisa kami buka kembali," jelasnya.

Kominfo menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) terkait pemblokiran ini.

Selama sebulan terakhir, Kominfo telah mengawasi Tik Tok dan menerima laporan dari masyarakat sebanyak 2.853 laporan.  Bahkan nggak sedikit juga malah kaum perempuan pengguna aplikasi tersebut dengan bangga memamerkan tubuhnya yang seharusnya bukan jadi konsumsi publik.