PALU - PT PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, serta Gorontalo (Suluttenggo) mencatat hingga saat ini khusus di Provinsi Sulawesi Tengah masih tersisa sekitar 304 desa yang belum teraliri listrik. General Manager PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah serta Gorontalo (Suluttenggo) Edison Sipahutar, Senin (9/10/2017), mengatakan, kondisi itu menjadi tantangan bersama pemerintah daerah karena sesuai dengan target pemerintah pusat pada 2018 tidak ada lagi desa yang tidak teraliri listrik.

Pekan lalu, Edison Sipahutar juga melaksanakan kunjungan kerja ke Sulteng yang diterima langsung oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola. Ia mengatakan, tantangan saat ini untuk desa-desa tersebut, terkendala dengan pembangunan jaringan yang melewati hutan lindung. Sehingga diharapkan dukungan gubernur, untuk memperoleh ijin dalam pembangunan jaringan itu.

"Kendala lainnya, masih ada masyarakat yang menolak pembangunan jaringan listrik yang melewati lokasi tanah mereka," katanya.

Edison menyatakan sampai saat ini, PLN pusat sudah merealisasikan permintaan Gubernur Sulteng, terkait pembangunan pembangkit listrik guna pemenuhan kekurangan termasuk memenuhi kebutuhan kawasan ekonomi khusus (KEK) Palu. Pembangunan itu diantaranya, pembangkit listrik di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una serta Palu 3 di Desa Tanamea, Kabupaten Donggala, di Luwuk, Kabupaten Banggai.

Edison juga berterima kasih atas dukungan Gubernur Sulteng serta pemerintah daerah dalam pengembangan operasional PLN di Sulteng. Saat ini, menurut Edison cadangan listrik di Sulteng masih surplus. Namun, untuk mendukung serta mendorong pembangunan dengan tujuan kesejahteraan masyarakat butuh dilakukan pembangunan pembangkit-pembangkit listrik yang baru.