JAKARTA- Volume kendaraan arus balik mudik dari arah Jawa Tengah menuju Bandung, pada mulai senin siang (18/6/2018) tadi tampak ramai melintas di jalur selatan Ciamis. Bahkan juga terjadi kepadatan di sebagian titik seperti di simpang Cisaga, Imbanagara Raya serta wilayah Sindangkasih.

Sekretaris Dinas Perhubungan Ciamis Eddy Yulianto menyampaikan kemarin pada Minggu (17/6/2018) volume kendaraan dari arah barat menuju timur masih tetap ramai. Biasanya kendaraan dengan tujuan wisata ke Pangandaran. "Untuk hari keempat lebaran ini arus sepertinya mulai beralih, volume kendaraan lebih banyak dari arah timur ke barat mungkin karena libur sudah hampir selesai," ujar Eddy.

Berdasarkan catatan dari posko pemantau arus Dishub Ciamis kenaikan volume kendaraan arus balik meraih 145 persen. "Umumnya terlihat kendaraan yang melintas itu berplat Jakarta dan Bandung. Ada yang memang kembali dari kampung halaman, ada juga yang pulang sehabis wisata di Pangandaran," jelasnya.

Eddy membenarkan ada kepadatan di sejumlah titik seperti di simpang tiga Cisaga, di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di Imbanagara Raya serta simpang tiga Sindangkasih. "Kendaraan yang datang masuk Ciamis cukup banyak, sehingga saat ada gangguan seperti keluar masuk kendaraan di persimpangan, kendaraan di jalur utama akan menumpuk," katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub serta Polisi Lalulintas sudah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas guna memecah kepadatan arus lalu lintas yang terjadi. "Seperti di Imbanagara Raya itu jalur dibagi dipisah antara mobil dan sepeda motor. Memang saat ini masih didominasi oleh sepeda motor dan mobil pribadi," ucapnya.

Eddy menyebutkan berdasarkan data pada lima tahun terakhir memperlihatkan bahwa angka kecelakaan pada arus balik lebih besar dibandingkan arus mudik lebaran. Karenanya Eddy mengimbau kepada para pengendara untuk berhati-hati saat hendak balik ke kediamannya masing-masing, terlebih di jalur Ciamis itu mempunyai jalur yang lurus dengan potensi kecelakaan cukup tinggi.

Sementara itu, dari pihak Polda Jabar menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi arus balik Lebaran di wilayah rawan kemacetan. Salah satu langkah strategis yaitu dengan diberlakukannya sistem one way (satu arah) dari timur ke barat.

Sistem satu arah bakal diberlakukan di jalur rawan kemacetan mulai dari Gentong (Tasikmalaya), Limbangan (Garut), Nagreg, serta Cileunyi (Kabupaten Bandung).